Suara.com - Berpulangnya Atlet Bulutangkis kebanggaan Indonesia, Markis Kido menimbulkan duka mendalam di hati masyarakat termasuk Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr. Vito Anggarino Damay.
Dirinya mengaku sedih, terlebih legenda bulutangkis itu meninggal dunia di usia muda, yaitu masih 36 tahun.
Di samping itu, dr. Vito menyampaikan kasus meninggal karena serangan jantung saat tengah berolahraga, bukan hal yang jarang terjadi.
Itulah kenapa ia menekankan pentingnya para atlet dan orang di sekitar atlet mampu melakukan CPR (cardiopulmonary resuscitation) atau dikenal RJP (resusitasi jantung paru).
"Pengalaman saya sebagai dokter jantung hal ini tidak jarang terjadi. Apalagi orang disekitarnya tidak bisa CPR. Hanya karena kali ini figur publik jadi orang tersentak, padahal tidak jarang hal begini terjadi. Rasanya urgent ya atlet-atlet dilatih CPR," ujar dr. Vito dalam keterangannya, Selasa (15/6/2021).
Menindaklanjuti ini, dr. Vito juga sempat menyampaikan ajakan kerjasama Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dengan Pehimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) untuk melatih CPR para atlet.
"CPR meningkatkan kemungkinan seseorang yang mengalami cardiac arrest survive (selamat dari kejadian henti jantung) hingga 44 persen," tutur dr. Vito.
Sekedar informasi, Markis Kido tutup usia pada Senin (15/6) malam diduga karena serangan jantung. Kabar meninggalnya Markis dikonfirmasi oleh mantan pebulutangkis Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir akrab menghiasai layar kaca sebagai presenter, Yuni Kartika.
Saat dikonfirmasi awak media ihwal berpulangnya Markis, Yuni menjawab; "Kayaknya serangan jantung. Saat lagi main bulutangkis di Tangerang," papar perempuan berusia 47 tahun itu.
Baca Juga: Markis Kido, Sang Legenda Periah Medali Emas Olimpiade Berpulang
Tak selang berapa lama, PBSI pun mengonfirmasi kabar meninggalnya Markis Kido lewat akun Instagram resmi mereka.
"Markis Kido berpulang di usia 36 tahun. Selain menyabet medali emas di Olimpiade 2008, Markis juga sempat memenangi Kejuaraan Dunia pada 2007, serta Piala Dunia Badminton pada 2006 silam," tulis PBSI lewat akun @badminton.ina.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan