Suara.com - Gigitan nyamuk bukan hanya bisa membuat gatal tapi juga meninggalkan bekas, seperti kemerahan bahkan bentol di kulit yang menyebabkan sensasi tidak nyaman.
Menurut Dokter Kulit dari Yale Medicine - Jeffrey M. Cohen, nyamuk tidak hanya menghisap darah, tapi juga memasukkan air liurnya ke kulit, proses inilah yang membuat sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap iritasi akibat air liur yang masuk ke kulit.
"Akibat reaksi kekebalan tubuh di kulit itulah yang menyebabkan kulit kemerahan dan gatal, terjadi akibat gigitan nyamuk," terang Jeffrey, mengutip Insider, Selasa (22/6/2021).
Lantas, bagaimana cara mengatasi gatal dan kemerahan akibat gigitan nyamuk? Ini 5 cara mengatasinya:
1. Jangan menggaruk
Meski rasa gatal tak kuasa ditahan, menggaruk bekas gigitan nyamuk hanya akan membuat kulit semakin iritasi, bahkan membuat rasa gigitan nyamuk bertahan semakin lama dan akan lebih gatal.
2. Gunakan obat steroid oles
Salep steroid bekerja seperti obat antiradang yang bisa mengurangi rasa gatal. Obat ini bisa menurunkan sensitivitas sistem kekebalan tubuh, sehingga bisa mengurangi rasa gatal.
3. Lotion antigatal
Bisanya berbentuk dalam lotion pereda nyeri atau analgesik dan biasanya dibuat khusus untuk menghilangkan rasa gatal. Melalui lotion ini menurut Cohen, akan menenangkan kulit dan mengurangi rasa gatal.
4. Obat alergi
Salah satu jenisnya adalah antihistamin yang bisa mengurangi sinyal tubuh jika sedang merasa gatal. Menurut Cohen, salah satu contohnya yakni Benadryl. Jika tidak memiliki riwayat alergi, bisa kok menggunakan dosis untuk anak, sehingga tidak menimbulkan kantuk.
5. Hindari gigitan nyamuk
Ini adalah cara terampuh bagi Anda yang memiliki riwayat alergi, atau kulit sensitif. Cohen menyarankan saat keluar rumah atau pergi ke sekitar hutan, untuk menggunakan baju dan celana lengan panjang, atau bisa juga menggunakan lotion anti nyamuk yang banyak di jual di toko terdekat.
Baca Juga: 4 Hal yang Harus Dilakukan Orangtua untuk Menjaga Anak Agar Terhindari dari Covid-19
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
-
Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak