Health / konsultasi
Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni
Ilustrasi nyamuk. (Pixabay/Skeeze)

Suara.com - Gigitan nyamuk pasti terasa tidak nyama  karena menyebabkan rasa gatal dan bengkak di area kulit yang digigit. Tapi, kita jarang memikirkan hal yang terjadi pada tubuh ketika digigit nyamuk dan penyebab rasa gatalnya.

Biasanya, seseorang akan mengoleskan minyak kayu putih atau semacamnya untuk meredakan rasa gatal dan bengkak akibat gigitan nyamuk. Sedangkan, sebuah penelitian mengatakan bahwa gigitan nyamuk bisa menyebabkan rasa gatal karena air liur dari nyamuk itu sendiri.

Berikut ini dilansir dari Bright Side, beberapa hal yang terjadi pada tubuh sebelum, selama dan setelah digigit nyamuk.

1. Nyamuk meludahi kulit untuk menghilangkan rasa sakit

Baca Juga: Hati-Hati, Vaksin AstraZeneca Bisa Picu Efek Samping Berupa Trombositopenik Idiopatik

Sebuah Penelitian menunjukkan, seekor nyamuk membutuhkan sekitar 4 menit untuk mengisi perutnya dengan darah. Masalahnya adalah manusia biasanya akan langsung menangkap dan membunuhnya sebelum nyamuk selesai mengisap darahnya. Apalagi, gigitan nyamuk biasanya terasa menyakitkan.

Air liur nyamuk memiliki zat yang membuat kulit mati rasa. Jadi, setelah serangga meludahi kulit kita, kita tidak akan merasakan gigitannya. Setelah itu, nyamuk akan mulai mencari pembuluh darah di bawah kulit.

Ilustrasi nyamuk (Pexels.com)

2. Air liur membantu nyamuk mengisap darah lebih mudah

Setelah berhasil menemukan vena yang tepat, nyamuk akan meludahinya sekali lagi. Air liur ini mengandung lebih dari 100 protein yang tujuannya berbeda-beda, salah satunya membuat darah tidak menggumpal sehingga mereka lebih mudah mengisapnya.

Setelah vena rusak, tubuh akan mulai menyembuhkannya. Hal ini bisa mencegah serangga memakannya. Tapi, nyamuk selalu menemukan cara untuk menghindarinya. Penelitian menemukan air liur nyamuk memiliki zat yang menghentikan proses ini dan melebarkan pembuluh darah.

Baca Juga: Acaman Virus Corona Covid-19 Selalu Baru, WHO Sebut Vaksin Tidak Cukup!

3. Gigitan nyamuk terasa gatal karena alergi

Gigitan nyamuk mengandung protein tidak beracun dari air liurnya yang bisa menyebabkan gatal, kemerahan dan pembengkakan. Namun,  tingkat keparahannya tergantung pada kondisi setiap orang. Sebab, ada pula orang yang tidak memiliki alergi sama sekali.

Reaksi Anda terhadap gigitan nyamuk pertama adalah yang paling parah, bahkan lebih parah daripada bila Anda terus-menerus digigit selama 2-20 tahun berturut-turut.

Komentar