Suara.com - Studi telah menemukan bahwa vaksin Covid-19 Moderna efektif terhadap beberapa varian yang menjadi perhatian, termasuk varian delta. Hal ini dinyatakan oleh perusahaan biotek Moderna.
Melansir dari NPR, Moderna mengatakan pada hari Selasa (30/4/2021) bahwa studi yang baru-baru ini diselesaikan telah menemukan bahwa vaksin moderna bisa menetralisir semua varian Covid-19 yang diuji, termasuk varian beta, delta, eta, dan kappa.
Meskipun masih sangat efektif melawan varian delta, penelitian menunjukkan efektivitas vaksin lebih rendah daripada saat menghadapi varian asli. Respon antibodi terhadap varian delta sekitar dua kali lebih lemah daripada melawan strain asli. Penelitian telah diterbitkan dalam jurnal Nature.
"Data baru ini mendorong dan memperkuat keyakinan kami bahwa vaksin Moderna Covid-19 tetap protektif terhadap varian yang baru terdeteksi," kata Stéphane Bancel, CEO Moderna, dalam sebuah pernyataan.
"Temuan ini menyoroti pentingnya melanjutkan memvaksinasi populasi dengan vaksin seri primer yang efektif," imbuhnya.
Perusahaan juga mengatakan sedang mengembangkan kandidat vaksin baru dengan campuran 50 banding 50 dari vaksin Covid-19 yang saat ini resmi dan vaksin messenger RNA lain yang telah dikembangkan. Perusahaan juga menyatakan bahwa penelitian lanjutan masih diperlukan.
Varian delta sendiri kini bentuk virus corona Covid-19 yang dikenal lebih menular secara signifikan. Varian ini dianggap sebagai dalang kenaikan kasus di berbagai negara, termasuk Indonesia. Varian delta telah ditemukan di 96 negara.
Dokter Maria Van Kerkhove, seorang ahli penyakit menular di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut varian delta sangat menular.
"Ini (varian delta) lebih menular daripada varian alfa, jadi kami hanya perlu melakukan semua yang kami bisa untuk mencegah sebanyak mungkin infeksi dan melakukan apa yang bisa kami lakukan untuk mengurangi penyebaran," ujar Van Kerkhove.
Baca Juga: Permintaan Naik 10 Kali Lipat, Penjual Tabung Oksigen di Koja Kewalahan
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI