Suara.com - Perempuan yang menggunakan rokok elektronik atau vape selama kehamilan mungkin berisiko tinggi memiliki bayi dengan berat badan kurang atau prematur. Hal ini dinyatakan dalam penelitian terhadap lebih dari 79.000 ibu di Amerika Serikat.
Melansir dari Medicinenet, penelitian menemukan bahwa ketika perempuan secara teratur menggunakan rokok elektrik di akhir kehamilan memiliki risiko bayi mereka lahir dengan berat badan rendah meningkat.
Mereka yang merokok elektrik, 11 persen memiliki bayi dengan berat badan kurang.
"Pesan yang dibawa pulang adalah bahwa yang terbaik adalah menjauhkan diri dari rokok elektrik saat Anda hamil jika Anda bisa," kata pemimpin peneliti Annette Regan, asisten profesor di University of California, Los Angeles.
Di luar kandungan nikotin, rokok elektrik memiliki cairan dasar gliserin dan propilen glikol.
Dalam penelitian, telah ditemukan bahwa uap rokok elektrik menyebabkan jenis arteri yang kaku yang sama dengan asap tembakau. Dan itu tampaknya merupakan efek dari bahan kimia yang dipanaskan dalam cairan.
Temuan yang diterbitkan dalam jurnal Obstetrics & Gynecology ini menunjukkan bahwa hanya sekitar 1 persen yang mengatakan mereka telah menggunakan rokok elektrik selama trimester ketiga kehamilan dan mayoritas dari mereka juga merokok.
Tetapi dari perempuan yang mengatakan bahwa mereka hanya menggunakan vape, sekitar 12 persen memiliki kelahiran prematur, dan hampir 11 persen memiliki bayi dengan berat badan lahir rendah.
Ketika para peneliti menggali lebih dalam, mereka menemukan peningkatan risiko terbatas pada wanita yang menggunakan rokok elektrik setiap hari.
Baca Juga: Astaga! Hamil 9 Bulan, Ica Ditemukan Tewas Membusuk di Kamar Kos
"Studi ini mengkonfirmasi apa yang sudah diduga dari penelitian sebelumnya," kata Beth Conover, konselor genetik senior dan direktur MotherToBaby Nebraska.
Tentu saja, nikotin sangat membuat ketagihan, dan beberapa perokok yang hamil mungkin beralih ke rokok elektrik sebagai bantuan untuk berhenti.
"Sayangnya, rokok elektrik bukanlah cara yang terbukti untuk berhenti merokok," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien