Suara.com - Penambahan kasus baru Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah. Bagi orang-orang yang terkonfirmasi virus tersebut tanpa gejala atau dengan gejala ringan, maka harus melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah. Lalu bagaimana cara membersihkan rumah saat isolasi mandiri.
Kebersihan rumah selama masa isolasi mandiri harus sangat diperhatikan. Melansir laman resmi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), berikut ini ada beberapa cara membersihkan rumah saat isolasi mandiri yang bisa dilakukan. Simak baik-baik!
1. Menyediakan Kamar Tidur dan Kamar Mandi Terpisah
Jika ada anggota keluarga di rumah yang tidak tertular virus corona, hal pertama yang perlu dilakukan adalah menyediakan kamar tidur dan kamar mandi terpisah untuk orang yang sakit dan orang yang sehat. Jangan lupa untuk selalu membersihkan dan mendesinfeksi kedua ruangan tersebut.
Selain itu, selalu sediakan perlengkapan pembersihan dan desinfektan khusus untuk orang yang sakit. Persediaan tersebut juga termasuk tisu, produk pembersih lantai, sabun cuci tangan, masker, dan hand sanitizer.
2. Rajin Membersihkan Ruangan Bersama
Sementara itu, di ruang bersama, orang yang sakit harus membersihkan dan mendesinfeksi permukaan dan barang-barang setelah digunakan. Jika orang yang sakit tidak bisa membersihkan dan mendesinfeksi sendiri, maka orang yang membersihkan harus mengenakan masker dan minta orang yang sakit untuk memakai masker sebelum memasuki ruangan.
Kenakan sarung tangan jika diperlukan pada saat menggunakan produk pembersih dan desinfektan. Hanya bersihkan dan desinfeksi area di sekitar orang yang sakit bila diperlukan (bila area tersebut kotor) untuk membatasi kontak Anda dengan orang yang sakit.
Desinfeksi rumah ketika ada seseorang yang sakit atau positif Covid-19, wajib dilakukan. Desinfektan akan membunuh kuman yang tersisa di permukaan dan mengurangi penyebaran kuman.
Baca Juga: Daftar Tempat Isi Ulang Oksigen di Bandung Raya
Pastikan ventilasi cukup memadai saat menggunakan desinfektan, dengan menjaga pintu dan jendela tetap terbuka dan menggunakan kipas angin untuk membantu meningkatkan aliran udara. Segera setelah mendisinfeksi, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik. Pastikan juga untuk segera mencuci tangan setelah melepas sarung tangan.
3. Mencuci Piring dan Membersihkan Sampah
Setelah makan, kenakan sarung tangan saat mencuci piring dan peralatan makan lainnya yang digunakan orang yang sakit. Cuci piring dan peralatan menggunakan sabun dan air panas atau di mesin pencuci piring. Langsung bersihkan tangan setelah melepas sarung tangan atau memegang barang bekas orang yang sakit.
Untuk menangani sampah orang yang isolasi mandiri, gunakan tempat sampah khusus. Gunakan sarung tangan saat mengeluarkan kantong sampah dan membuang sampah. Dan jangan lupa untuk mencuci tangan setelah membuang sampah.
4. Memastikan Sirkulasi Udara yang Baik
Bukalah pintu dan jendela luar, serta gunakan kipas dan setelan pemanas, ventilasi, dan pendingin udara (HVAC) untuk meningkatkan sirkulasi udara.
Dengan melakukan beberapa cara membersihkan rumah saat isolasi mandiri seperti yang telah disebutkan di atas, dijamin kondisi rumahmu akan lebih bersih dan nyaman.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional