Suara.com - Virus corona Covid-19 varian baru terus bermunculan. Di Indonesia sendiri, varian baru virus corona yaitu Alpha, Beta, Delta, Eta, serta Kappa dilaporkan sudah menyebar di 14 provinsi.
Varian Alpha, Beta, dan Delta masuk dalam kategori Variant of Concern, yakni yang sudah terbukti membawa kerugian pada masyarakat global.
Varian delta tersebar luas dan telah terdeteksi di lebih dari 80 negara sejauh ini, menurut WHO. Di Inggris, puluhan ribu kasus telah terdeteksi, dan jumlah tertinggi varian delta.
Temuan virus corona varian baru ini diperkirakan akan menyebabkan lonjakan besar dalam kasus baru Covid-19 di berbagai negara. Hal ini tentunya berefek pada penuhnya rumah sakit dan layanan kesehatan lainnya, serta tenaga kesehatan yang bertumbangan.
Dengan beberapa mutasi Covid-19 yang sekarang beredar, para ahli mengatakan perlu ekstra hati-hati. Masyarakat pun perlu melipatgandakan dan benar-benar berkomitmen untuk mengambil tindakan pencegahan demi melindungi diri kita sendiri dan orang lain dari Covid-19 varian baru.
Di bawah ini adalah beberapa cara kecil namun penting untuk pencegahan Covid-19 varian baru bagi diri sendiri dan orang lain, dirangkum dari SELF.
1. Pakai Masker dobel
Masker wajah adalah tameng utama sebagai pencegahan Covid-19. Masker memberikan penghalang fisik yang dapat membantu mencegah Anda menghirup tetesan pernapasan orang lain sekaligus mencegah menyebarkan tetesan pernapasan Anda sendiri.
Masker yang paling efektif untuk melindungi kita dari Covid-19 adalah respirator N95 dan KN95, namun lebih disarankan dipakai oleh tenaga kesehatan. Untuk masyarakat umum, masker paling efektif berikutnya adalah masker bedah tiga lapis, disusul masker kain dua dan tiga lapis.
Baca Juga: Masa Inkubasi Covid-19: Apa Arti, Berapa Hari, dan Apa Gejala Setelah Terpapar?
Tentunya mengenakan masker yang pas di wajah (mampu menutupi hidung hingga dagu) tetapi tetap nyaman sangat penting, serta masker kain dengan lebih banyak lapisan akan memberikan perlindungan lebih.
Tapi karena mutasi virus yang semakin menular, sangat disarankan untuk memakai masker dobel saat berada di luar rumah. Pemakaian masker dobel yang benar bukanlah masker medis ditambah dengan memakai masker medis lagi. Namun menggunakan masker medis kemudian di atasnya dilapisi dengan masker kain.
2. Segera vaksinasi jika memungkinkan
Vaksin Covid-19 sudah terbukti efektif untuk mencegah seseorang terinfeksi virus corona serta mengalami gejala parah. Vaksin ini bekerja dengan cara membentuk respons antibodi untuk sistem kekebalan tubuh.
Pemerintah Indonesia sendiri telah resmi mengumumkan tujuh jenis vaksin Covid-19 yang digunakan, yakni vaksin Sinovac, AstraZeneca, Novavax, Sinopharm, Moderna, Pfizer, dan vaksin PT Bio Farma.
Beberapa yang sudah digunakan dalam vaksinasi hingga saat ini di antaranya Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, dan Moderna.
Tak perlu memilih atau menunggu vaksin tertentu, segera lakukan vaksinasi apabila kuotanya masih tersedia. Semakin banyak orang yang divaksin, herd immunity akan segera terbentuk.
3. Sering mencuci tangan
Pencegahan Covid-19 selanjutnya adalah tetap menerapkan kebiasaan mencuci tangan. Sebab droplets dan partikel aeroso yang menyebarkan Covid-19 juga bisa mendarat di permukaan benda.
Meski para ahli mengatakan cara penularan ini bukanlah yang utama, tetap penting untuk melakukan langkah preventif. Cucilah tangan terutama pada waktu seperti sebelum makan, sebelum menyentuh wajah, dan setelah dari kamar mandi.
Selalu bawa hand sanitizer ke mana pun Anda pergi untuk mengantisipasi jika tidak ada akses cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
4. Hindari kumpul dan jalan-jalan tidak perlu
Salah satu cara terpenting untuk mencegah penyebaran Covid-19 adalah dengan mengurangi jumlah waktu nongkrong dengan orang di luar rumah Anda. Itu bisa termasuk teman, sahabat, rekan kerja, keluarga jauh dan lainnya.
Intinya, hindari dulu berkumpul dengan sejumlah kecil orang maupun dalam kerumunan yang lebih besar.
Kerumunan itu menimbulkan risiko karena memiliki lebih banyak orang di satu area membuat seseorang lebih mungkin terkena Covid-19. Dan jika menyebar, lebih banyak orang berisiko terkena infeksi. Virus ini juga lebih mungkin menyebar di antara orang-orang yang berada dalam jarak dekat.
Jika terpaksa harus bertemu orang lain di luar rumah, selalu kenakan masker dan hindari kontak fisik dengan jaga jarak.
5. Menjaga jarak
Para ahli sepakat bahwa penyebaran utama virus corona Covid-19 adalah melalui transmisi droplet. Hal ini terjadi ketika seseorang yang terinfeksi virus tersebut batuk, bersin, berbicara, atau berteriak, yang menyebabkan mereka mengeluarkan tetesan pernapasan yang dapat mengandung virus.
Orang lain yang ada di dekatnya kemudian dapat menghirup tetesan, atau tetesan itu dapat mendarat di mata, hidung, atau mulut lalu menginfeksi mereka.
Dengan menjaga jarak setidaknya 6 kaki atau 2 meter, mengurangi kemungkinan droplet pernapasan yang mengandung virus akan mengenai Anda, begitupun sebaliknya.
6. Perhatikan ventilasi yang baik
Dalam beberapa kasus, Covid-19 juga dapat menyebar melalui airborne, yang berarti partikel kecil mengandung virus dapat bertahan di udara atau bergerak lebih jauh dari enam kaki. Penularan melalui udara kemungkinan besar terjadi ketika orang berinteraksi di dalam ruangan, tanpa masker, setidaknya selama 15 menit.
Sehingga, memiliki ventilasi yang baik mengurangi kemungkinan terjadinya penularan droplet dan airborne. Anda dapat meningkatkan akses aliran udara dengan membuka jendela (bahkan pintu jika memungkinkan), berinteraksi di luar ruangan, atau menggunakan kipas angin serta sistem penyaringan udara di dalam ruangan.
7. Tes segera saat mengalami gejala Covid-19
CDC merekomendasikan bahwa Anda harus melakukan tes Covid-19 jika memiliki gejala, baru saja kontak dekat dengan seseorang yang terinfeksi, dan melakukan kegiatan berisiko, seperti bepergian, menghadiri pertemuan-pertemuan besar, atau berada di dalam ruangan di mana tidak bisa jaga jarak.
Namun penting untuk diingat bahwa meskipun hasil tes setelahnya negatif, Anda tidak boleh menyepelekan 6 hal di atas dalam upaya pencegahan Covid-19.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Paling Murah, Cocok buat Gaming dan Multitasking
-
Kenaikan Harga Emas yang Bikin Cemas
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?