Suara.com - Obat Oseltamivir dihapus dari standar perawatan Covid-19 baru-baru ini. Lantas apa itu obat Oseltamivir? Berikut ini penjelasan lengkapnya.
Sebelumnya, obat Oseltamivir ini menjadi salah satu obat yang diberikan pada pasien Covid-19 pada gejala ringan hingga kritis. Namun saat ini obat Oseltamivir hanya diberikan pada pasien Covid-19 yang diduga terkena virus influenza.
Dirangkum dari berbagai sumber, Oseltamivir merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi virus influenza tipe A (misalnya flu burung) atau B. Obat ini juga dikonsumsi untuk mencegah flu pada pasien yang baru saja terpapar virus influenza dari penderitanya maupun lingkungan.
Obat Oseltamivir ini bekerja dengan menghambat enzim neuraminidase. Enzim tersebut berfungsi untuk mereplikasi virus yang memudahkan virus tersebar ke seluruh bagian tubuh.
Namun penggunaan obat ini tidak efektif dalam mengatasi gejala Covid-19. Obat ini hanya efektif dikonsumsi bagi pasien Covid-19 yang diduga memiliki infeksi virus influenza.
Obat Oseltamivir hanya dikonsumsi dengan resep dokter. Oseltamivir tersedia dalam bentuk kapsul dan suspensi. Oseltamivir digunakan untuk mengobati gejala flu yang diminum 2 kali sehari yakni pagi dan sore.
Jika digunakan untuk mencegah flu dapat diminum sehari sekali dalam 10 hari atau 6 minggu. Obat Oseltamivir sebaiknya dikonsumsi setelah makanan namun jika dikonsumsi sebelum makan maupun dalam keadaan perut kosong dapat menyebabkan sakit perut.
Baca Juga: Pecah Rekor Baru, Kasus Harian Covid-19 Kaltim 1.724 Kasus, Total Keseluruhan 93.383 Kasus
Obat Oseltamivir yang telah diberikan oleh dokter harus dikonsumsi hingga habis meskipun kondisi pasien telah lebih baik. Hal ini bertujuan agar obat bekerja secara maksimal.
Selain manfaat yang diberikan melalui obat Oseltamivir, terdapat efek samping setelah mengonsumsi obat ini. Obat Oseltamivir dapat menyebabkan efek samping antara lain:
- Sakit kepala
- Sakit perut
- Sulit tidur
- Mual dan muntah
- Tidak enak badan
- Diare
- Batuk dan hidung tersumbat
Cara Penyimpanan Obat Oseltamivir
Simpan obat Oseltamivir dalam wadah tertutup dan jauhkan dari jangkauan anak-anak. Simpan obat dalam suhu kamar dan jauhkan dari panas dan tempat lembab.
Demikian penjelasan apa itu obat Oseltamivir dan ulasan lengkapnya. Mulai dari dosis, efek samping dan cara penyimpanannya.
Kontributor : Muhammad Zuhdi Hidayat
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut