Mereka menemukan bahwa ada kemungkinan sekitar satu dari empat orang yang terinfeksi SARS-CoV-2 menularkan infeksi ke anggota keluarga dan sebagian besar penularan (79 persen) disebabkan oleh 20 persen infeksi.
Temuan ini menegaskan bahwa sebagian besar infeksi tidak menghasilkan infeksi lebih lanjut dan sebagian kecil infeksi menyebabkan sejumlah besar infeksi, kata para peneliti.
Perbedaan besar dalam bagaimana satu orang yang terinfeksi dapat menginfeksi orang lain dalam populasi menunjukkan bahwa faktor perilaku adalah kunci untuk pengendalian epidemi, kata mereka.
Jarak fisik, serta membatasi jumlah kontak dan pemakaian masker, terus menjadi penting untuk mengurangi risiko penularan penyakit, bahkan pada populasi yang sangat divaksinasi, menurut penelitian.
Dataset, yang mencakup hasil dari dua kampanye pengujian PCR massal yang dilakukan pada bulan Februari dan Maret, dan survei antibodi, juga memungkinkan mereka untuk memisahkan dampak dari berbagai tindakan pengendalian.
Studi menunjukkan bahwa, dengan tidak adanya isolasi kasus dan penguncian singkat, pelacakan kontak manual saja tidak akan cukup untuk menekan epidemi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Glaukoma Bisa Sebabkan Kebutaan Tanpa Gejala, Ini Hal-Hal yang Perlu Diketahui
-
Mengenal Operasi TAVI, Prosedur Jantung Modern Minimal Invasif yang Kini Hadir di Bali
-
Pentingnya Menjaga Kualitas Air Minum Isi Ulang agar Aman Dikonsumsi
-
Orang Tua Waspada! Ini Tanda Gangguan Pertumbuhan pada Anak: Pengaruh Hingga Dewasa
-
Vaksin Campak Apakah Gratis? Ini Ketentuannya
-
Tak Hanya Puasa, Kemenkes RI Sarankan Kurangi Garam, Gula, dan Lemak saat Ramadan
-
Gaya Hidup Sehat dan Aktif Makin Jadi Pilihan Masyarakat Modern Indonesia
-
Empati Sejak Dini, Ramadan Jadi Momen Orang Tua Tanamkan Nilai Kebaikan pada Anak
-
Stop Target Besar! Rahasia Konsisten Hidup Sehat Ternyata Cuma Dimulai dari Kebiasaan Kecil
-
Bibir Sumbing pada Bayi: Penyebab, Waktu Operasi, dan Cara Perawatannya