Suara.com - Program vaksinasi Covid-19 khusus anak dan remaja sudah dimulai. Program vaksinasi Covid-19 ini dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Kementerian Kesehatan nomor HK.02.02/I/1727/2021 tentang Vaksinasi Tahap 3 Bagi Masyarakat Rentan serta Masyarakat Umum dan Vaksinasi Anak Usia 12-17 Tahun.
Lewat program ini, pemerintah berharap kekebalan kelompok atau herd immunity dari ancaman virus corona penyebab sakit Covid-19 bisa terbentuk.
Suara.com mencoba bertanya pada kelompok pelajar yang telah dan akan mendapatkan vaksin Covid-19 yaitu Hilma Annisa (16 tahun) dan Andhika Hardja Kusuma (16 tahun).
Hilma Annisa, siswi yang bersekolah di kota Bogor, Jawa Barat mengatakan bagaimana program vaksinasi menjadi salah satu cara mencegah sebaran Covid-19.
"Vaksinasi soal anak aku tahu, dan itu tujuannya buat kekebalan tubuh. Karena yang aku tahu sekarang peningkatan Corona lagi naik-naiknya," ungkapnya saat ditemui Suara.com, Rabu (22/7/2021).
"Jadi ya jaga-jaga aja, dan kita harus ikut vaksinasi. Karena kita pasti diminta surat vaksinasi kalau keluar ke mana-mana,” ungkapnya lebih lanjut.
Hilma sendiri baru akan mendapatkan vaksin dosis pertama pada 1 Agustus 2021 mendatang. Ada alasan tersendiri dirinya mau ikut program vaksinasi, salah satunya untuk menjaga diri saat berkegiatan di luar.
Ia berharap program vaksinasi anak dari pemerintah bisa lancar ke depan nantinya. Juga ia berharap wabah pandemi segera berakhir agar dirinya bisa melakukan kegiatan di luar rumah.
“Semoga vaksinasi berjalan lancar, dan corona bisa berakhir dan bisa beraktivitas seperti biasa,” ungkapnya.
Baca Juga: Cegah Remaja dari Hoaks Vaksin Covid-19 di Medsos, Begini Saran IDAI
Selain itu ada juga Andhika Hardja Kusuma (16) yang bersekolah di Jakarta dan memiliki pandangan sama tentang program vaksinasi Covid-19 anak.
Selain meningkatkan imunitas, ia mengatakan anak juga rentan terkena risiko penularan sehingga vaksinasi perlu dilakukan.
“Karena kan banyak anak yang terkena corona, jadi itu penting sih divaksinasi,” ungkapnya saat ditemui Suara.com, Rabu (21/7/2021).
Andhika mengatakan, untuk berpergian sangat penting membawa surat keterangan vaksinasi. Karena itu, ia ingin ikut serta dalam program tersebut.
“Jadi kalau misalkan belum punya itu agak ribet, makanya kalau pergi ke mana-mana penting surat vaksinasi,” lanjutnya.
Untuk program vaksinasi anak dari Pemerintah, berharap orang tua bisa mendukung anak agar ikut vaksinasi. Sebab menurutnya ada sebagian orang tua yang tidak mendukung.
“Kan ada tuh orang tua yang nggak mau anaknya divaksinasi karena ada efek sampingnya, itu sih,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak
-
Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya
-
Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir
-
Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses
-
Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat
-
World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu
-
2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit
-
Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia
-
Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup