Lifestyle / Komunitas
Rabu, 22 Juli 2026 | 20:35 WIB
Ilustrasi guru mengajarkan literasi keuangan di sekolah. (Dok. ist)
Baca 10 detik
  • FWD Insurance meluncurkan program pelatihan literasi keuangan bagi 30 guru ekonomi SMA di Jakarta selama Februari hingga Juni 2026.
  • Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kapasitas pendidik agar dapat menjangkau sekitar 2.700 siswa dengan pendekatan pembelajaran finansial yang praktis.
  • Langkah tersebut diambil karena indeks literasi keuangan remaja usia 15 hingga 17 tahun masih berada di bawah rata-rata nasional.

Suara.com - Di tengah semakin kompleksnya tantangan finansial yang dihadapi generasi muda, peran guru kini tak lagi sebatas menyampaikan materi pelajaran.

Guru juga menjadi sosok penting yang membantu siswa memahami cara mengelola keuangan dengan bijak sejak usia sekolah.

Hal ini sejalan dengan penerapan Kurikulum Merdeka yang memasukkan literasi keuangan sebagai bagian dari pembelajaran ekonomi di tingkat SMA.

Namun, agar materi tersebut tidak berhenti pada teori, guru juga perlu memiliki bekal dan metode pembelajaran yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Kebutuhan akan edukasi keuangan sejak dini juga tercermin dari hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK dan BPS.

Survei tersebut menunjukkan indeks literasi keuangan remaja usia 15-17 tahun baru mencapai 51,68 persen, masih di bawah rata-rata nasional sebesar 66,46 persen.

Melihat kondisi tersebut, FWD Insurance menghadirkan program FWD Financial Literacy for Educators untuk meningkatkan kapasitas guru dalam mengajarkan literasi keuangan di sekolah.

Program ini melibatkan 30 guru ekonomi SMA dari berbagai sekolah di Jakarta selama Februari hingga Juni 2026. Melalui para guru tersebut, materi literasi keuangan diharapkan dapat menjangkau sekitar 2.700 siswa dengan pendekatan yang lebih praktis dan mudah dipahami.

Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance, Rudy F. Manik, mengatakan guru memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu mengambil keputusan finansial yang bijak.

Baca Juga: AXA Financial Indonesia dan Liberty Society Foundation Latih 100 Perempuan Perkuat Literasi Keuangan

"Melalui FWD Financial Literacy for Educators, kami ingin memperkuat kapasitas guru dengan memberikan pembekalan materi yang relevan sehingga mereka dapat menumbuhkan kebiasaan finansial yang sehat pada para siswa," ujarnya.

Program ini dikembangkan bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI), mulai dari penyusunan modul, pelatihan, hingga asesmen sebagai bagian dari proses sertifikasi guru. Selain itu, relawan dari FWD Insurance juga turut terlibat dalam penyusunan materi agar sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di kelas.

Ketua Subkelompok Kurikulum dan Penilaian Bidang SMA Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Dr. Joko Arwanto, menyebut kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor swasta menjadi langkah penting dalam memperkuat literasi keuangan di sekolah.

Senada, Deputi Direktur Pelaksanaan Edukasi Keuangan OJK, Halimatus Sa'diyah, menilai guru merupakan salah satu pihak yang berperan besar dalam memperluas edukasi keuangan kepada generasi muda. Menurutnya, pemahaman keuangan yang baik sejak sekolah akan membantu siswa mengambil keputusan finansial yang lebih bijak di masa depan.

Load More