Health / Parenting
Jum'at, 23 Juli 2021 | 08:55 WIB
Ilustrasi vaksinasi Covid-19 untuk anak. (Dok. Ema/Suara.com)
INFOGRAFIS: Efektivitas dan Efikasi Vaksin-vaksin Covid-19!

Vaksin Sinovac untuk Anak, Apakah Aman dan Efektif?

Urgensi melakukan vaksinasi Covid-19 untuk anak dibarengi dengan pertanyaan tentang pilihan vaksin yang digunakan. Kepada Suara.com, Nadia mengatakan vaksin yang digunakan adalah vaksin Sinovac buatan PT Bio Farma.

Sinovac dipilih karena sudah mendapat izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI dan Komite Penasihat Ahli Imunisasi (ITAGI) untuk diberikan pada anak dan remaja usia 12-17 tahun.

"Kalau dilihat yang memiliki data yang cukup lengkap dan vaksinnya ada, itu adalah vaksin Sinovac. Vaksin AstraZeneca sudah dikaji dan dipertimbangkan, itu belum bisa direkomendasikan untuk diberikan (pada anak dan remaja)," ujar Nadia.

Di Indonesia sendiri data terkait efikasi vaksin Sinovac untuk anak-anak belum dipublikasikan. Namun merujuk pada hasil uji klinis tahap III yang dilaksanakan di Bandung, efikasi vaksin Sinovac pada orangtua dan dewasa sebesar 65,3 persen.

Namun menurut Prof Cissy, vaksin Covid-19 memiliki efikasi alias keampuhan lebih besar pada anak-anak dibandingkan dengan orang dewasa.

Ia merujuk penelitian vaksin Covid-19 Pfizer-Biontech yang mengklaim efikasi pada anak usia 12-15 tahun sebesar 100 persen. Sedangkan usia 16 tahun ke atas turun sedikti ke 95,5 persen.

"Saya kira Sinovac juga begitu, (efikasi) lebih tinggi pada anak daripada orang dewasa," kata prof Cissy.

Orangtua dan Pelajar Dukung Vaksinasi Covid-19 untuk Anak

Baca Juga: Begini Pentingnya Program Vaksinasi Covid-19 Anak dan Remaja dari Kacamata Orangtua

Pemerintah menargetkan 26 Juta anak dan remaja usia 12 hingga 17 tahun jadi bagian dari 208 juta sasaran vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

Vaksinasi bagi pelajar yang digelar di 14 provinsi di Tanah Air pada Rabu, 14 Juli 2021 [SuaraSulsel.id / Sekretariat Presiden]

Sama seperti orang dewasa, vaksinasi anak dan remaja diberikan dua kali dosis 0,5 mililiter, dengan rentan waktu minimal 28 hari antara dosis pertama dan dosis kedua.

Lalu bagaimana dengan kalangan siswa? Apakah vaksinasi Covid-19 untuk anak mendapat sambutan baik?

Hilma Annisa (16), seorang pelajar SMA di kota Bogor, mengatakan bahwa vaksinasi penting demi kekebalan tubuh dan mencegah infeksi Covid-19.

Ditanya tentang alasan ingin divaksinasi, Hilma menyinggung kemudahan akses untuk bepergian.

“Jadi ya jaga-jaga aja, dan kita harus ikut vaksinasi. Karena kita pasti diminta surat vaksinasi kalau keluar ke mana-mana,” ungkapnya.

Sedikit berbeda dengan Hilma, Andhika (16) dari Jakarta mengaku selain kesediaan anak, dukungan dari orangtua penting untuk kesuksesan program vaksinasi.

“Kan ada tuh orang tua yang nggak mau anaknya divaksinasi karena ada efek sampingnya, itu sih,” katanya.

Romlan (47), seorang petugas keamanan, mengatakan Covid-19 yang semakin masif membutuhkan pencegahan, salah satunya dengan vaksinasi Covid-19 baik untuk orang dewasa maupun anak-anak.

Romlan mengaku sudah mendapatkan dua kali suntikan vaksin Covid-19. Ia juga tidak keberatan jika anak dan anggota keluarga lainnya mendapatkan vaksin Covid-19.

“Saya kebetulan sudah vaksin dua kali, dan soal vaksinasi anak saya mendukung sekali. Dan ini akan menambahkan kekebalan maupun stamina anak,” ungkapnya saat ditemui Suara.com, baru-baru ini.

Senada dengan Romlan, Bahtiar (52) seorang pekerja di rumah produksi, mengatakan mendukung penuh vaksinasi Covid-19. Ia dan anak-anaknya sudah terdaftar sebagai calon penerima vaksin.

“Kalau bicara perlu atau tidak, bagi saya perlu. Dan saya menganjurkan untuk ikut serta di bulan Agustus untuk vaksinasi. Itu sudah saya daftarkan untuk anak saya yang SMP dan SMA,” jelasnya. (Reporter: Lilis Varwati, Dini Afrianti Efendi dan Aflaha Rizal Bahtiar)

Load More