Suara.com - Beberapa pasien Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh mengaku mengalami saraf pendengaran lebih sensitif, yang memicu sakit kepala.
Fenomena ini menurut Dokter Spesialis Saraf (Neurologist), dr. Ahmad Yanuar Safri, Sp.S sebagai gejala Long Covid-19, akibat peradangan atau sisa pertempuran sistem imun melawan virus SARS CoV 2.
Berdasarkan hasil riset Amerika dan Inggris yang melibatkan lebih dari 3.000 responden penyintas Covid-19, dr. Yanuar mendapati jika telinga berdenging dan menjadi lebih sensitif sebesar 30 persen. Sisanya keluhan sakit kepala seperti berputar (vertigo) 70 persen.
"Kalau dari laporan ini paling banyak terganggu pendengarannya itu gejalanya vertigo, seperti rasa berputar pasca Covid-19 banyak laporannya," ujar dr. Yanuar saat dihubungi suara.com, Selasa (28/7/2021).
Namun dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) itu meminta masyarakat tidak perlu panik, karena gejala ini perlahan akan mereda dan kembali normal dalam jangka waktu paling lama 3 bulan.
"Ini kan terjadi akibat peradangan virus yang sifatnya limiting disease, atau mati dengan sendirinya jadi nanti perlahan akan sembuh," tutur dr. Yanuar.
Seseorang disebut mengalami long Covid-19 apabila selama 28 hari atau lebih masih merasakan gejala Covid-19 sejak dinyatakan terinfeksi virus.
Ia juga menambahkan, hingga saat ini belum ada laporan long Covid-19 bisa menyebabkan kerusakan telinga hingga otak secara permanen.
"Kalau berbahaya atau tidak gejala ini, atau bisa menyebabkan kerusakan permanen pada organ lain, atau bahkan kematian, itu catatan dan laporannya belum ada sampai sekarang," pungkas dr. Yanuar.
Baca Juga: Saraf Rusak dan Penumpukan Sel Imun di Kornea Jadi Gejala Baru Long COVID-19
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik