Suara.com - Pemerintah membatasi pemberian suntikan vaksin Covid-19 untuk ibu hamil khusus kandungan usia minimal 13 minggu hingga maksimal 33 minggu.
Pakar mengatakan ada alasan khusus mengapa syarat tersebut diberlakukan, yang menyangkut perkembangan janin juga antibodi Covid-19 yang dihasilakan.
"Lebih dari 13 minggu karena kita menghindari masa organogenesis dan kita menghindari kalau misalnya terjadi KIPI. Kadang-kadang kehamilan awal juga terjadi hal yang mirip KIPI," kata dokter spesialis kandungan dr. Irwan Taufiqur Rachman, Sp.OG(K)., dalam webinar Tanya Dokter, Minggu (8/8/2021).
Ia juga menjelaskan bahwa usia kehamilan yang kurang dari 13 minggu atau trisemester pertama, masih rentan terjadi keguguran.
Khawatirnya, jika ibu mengalami keguguran tak lama setelah disuntik vaksin, terjadi kekeliruan informasi yang mengira penyebab keguguran akibat vaksin.
"Ini yang kita hindari. Kalau sudah lebih dari 13 minggu, nempelnya zigot sudah kuat sehingga risiko keguguran jadi minimal," imbuhnya.
Sedangkan alasan diberikan batas waktu maksimal usia kehamilan 33 minggu agar antibodi vaksin bisa lebih memberikan manfaat juga kepada janin yang dilahirkan.
"Kalau mendekati umur persalinan maka perlindungan vaksin tidak optimal," katanya.
Ibu hamil termasuk kelompok rentan terinfeksi Covid-19. Dokter Irwan mengatakan, sejak tahun lalu hingga April 2021 ditemukan bahwa risiko kematian akibat Covid-19 pada ibu hamil sebesar 3 persen.
Baca Juga: Mahasiswi Lumpuh Usai Disuntik Vaksin COVID-19, DPRA Minta Dinkes Turun Tangan
Risiko kematian bisa makin tinggi jika ibu hamil memiliki komorbid seperti diabetes, jantung, dan darah tinggi.
Berita Terkait
-
5 Sunscreen yang Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui, Kulit Glowing Bebas Flek Hitam
-
4 Merk Bedak Tabur yang Aman untuk Bumil, Tetap Glowing Selama Kehamilan Tanpa Was-was
-
5 Moisturizer untuk Ibu Hamil Saat Berjerawat, Harga Mulai Rp40 Ribuan
-
Moisturizer untuk Ibu Hamil Seperti Apa? Ini 5 Pilihan Produknya untuk Cerahkan Wajah
-
4 Sunscreen Wardah untuk Ibu Hamil, Formula Aman dan Anti Iritasi
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun