Otomotif / Autoseleb
Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:14 WIB
Honda Super-ONE. (Honda Global)
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengunjungi booth Honda di GIIAS 2026 untuk meninjau mobil listrik Honda Super-ONE.
  • Purbaya mengkritik estimasi harga jual Honda Super-ONE sebesar Rp400 jutaan yang dinilai terlalu mahal dan sulit bersaing.
  • Honda Super-ONE dibekali baterai 29,6 kWh, tenaga 95 PS, serta berbagai fitur unggulan untuk pengalaman berkendara.

Suara.com - Ajang GIIAS 2026 kembali menjadi pusat perhatian pecinta otomotif nasional, namun kali ini ada momen unik yang mencuri panggung di booth Honda Prospect Motor (HPM).

Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, terpantau melakukan kunjungan resmi ke area pameran Honda untuk melihat lebih dekat lini kendaraan listrik terbaru mereka.

Di sana, beliau disambut langsung oleh Yusak Billy Sales & Marketing dan After Sales Director Honda Prospect Motor, dan diperkenalkan dengan bintang utama pameran, yakni Honda Super-ONE.

Mobil listrik berdesain compact ini memang sedang menjadi buah bibir karena mengusung konsep pocket rocket yang lincah.

Namun, suasana diskusi yang semula formal mendadak menjadi lebih cair sekaligus menarik saat pembicaraan beralih ke urusan dompet alias harga jual.

Di depan awak media, Purbaya tampak sangat kritis ketika mendengar estimasi nilai jual mobil tersebut di pasar Indonesia.

"Berapa harganya itu?" tanya Purbaya ke Yusak.

"Belum masuk (belum rilis harga,-red)," kata Yusak.

"Kalau di GIIAS berapa?" tanya Purbaya lagi.

Baca Juga: Singgung Era SBY-Jokowi, Purbaya: Mesin Ekonomi Kita Pincang 20 Tahun Terakhir

"Sekitar Rp400 jutaan, pak" jawab Yusak lagi.

"Mahal juga lo menjualnya," celetuk menteri tersebut.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. [Kemenkeu]

Dengan gaya bicaranya yang lugas, Purbaya melontarkan pertanyaan tajam mengenai strategi penetapan harga Honda untuk mobil mungil ini.

Beliau sempat memberikan komentar yang cukup mengejutkan para staf di booth tersebut mengenai daya saing produk ini.

"Gimana bisa bersaing dengan yang lain kalau harganya lebih mahal?" cetus Purbaya saat berdialog dengan pihak manajemen Honda di tengah keramaian GIIAS 2026.

Celetukan ini bukan tanpa alasan, mengingat pasar mobil listrik di Indonesia saat ini sedang dibanjiri oleh berbagai merek, terutama dari produsen Tiongkok yang menawarkan harga sangat kompetitif.

Load More