-
Thailand bakal memecat 5.925 pegawai negeri akibat skandal kecurangan ujian CPNS.
-
Jaringan kecurangan mengumpulkan lebih dari 4 miliar baht dari ratusan ribu pendaftar.
-
Polisi telah menetapkan 13 tersangka termasuk oknum pejabat universitas dan mantan dirjen.
Suara.com - Pemerintah Thailand bakal pecat 5.925 pegawai pemerintah daerah atau PNS pada bulan ini setelah terbukti terlibat skandal kecurangan ujian masuk ASN. Langkah tegas ini diambil untuk membersihkan birokrasi dari praktik korupsi seleksi pegawai.
Skandal ini tercatat sebagai kasus korupsi terbesar dalam sejarah Thailand yang melibatkan sekitar 10.000 orang. Jaringan kejahatan ini berhasil dihimpun penyidik sejak terungkap pertama kali pada Juni lalu.
Para oknum memanfaatkan celah dalam seleksi rekrutmen Departemen Administrasi Lokal tahun 2025. Proses ujian tersebut sebelumnya dipercayakan pelaksanaannya kepada Universitas Srinakharinwirot.
Komite investigasi ujian dan manajemen pejabat daerah dijadwalkan menggelar pertemuan penting pada Rabu dan Kamis pekan ini. Langkah tersebut bertujuan mempercepat proses pemecatan para pelaku dari posisinya.
Wakil Menteri Dalam Negeri Thailand, Worasit Liangprasit, memastikan para administrator lokal akan bergerak cepat di lapangan.
"Para administrator lokal akan bertindak cepat untuk mencopot para kecurangan ujian dari jabatan mereka," tegas Worasit Liangprasit pada Senin.
Penyidik menemukan dugaan praktik jual beli kelulusan dengan nilai fantastis mencapai lebih dari 4 miliar baht. Uang tersebut dikumpulkan dari para peserta ujian yang tergiur jaminan kelulusan secara instan.
Padahal persaingan rekrutmen tersebut sangat ketat dengan jumlah pendaftar melebihi 400.000 peserta. Sementara itu, kuota formasi yang diperebutkan hanya tersedia sebanyak 6.669 posisi.
Kepolisian melalui Biro Investigasi Pusat (CIB) telah menetapkan status tersangka terhadap 13 orang terkait skandal ini. Komisioner CIB Pol Lt Gen Nathasak Chaowanasai mengonfirmasi lima di antaranya sudah mengakui perbuatannya.
Baca Juga: Bobby Nasution Larang Keras ASN dan Pegawai BUMD di Sumut Pakai Vape
Seorang pejabat senior dari Universitas Srinakharinwirot masuk dalam daftar tersangka yang sudah mengakui tuduhan tersebut. Pengakuan ini memperkuat indikasi keterlibatan pihak internal penyelenggara ujian.
Delapan tersangka lainnya diketahui memilih menunda kehadiran saat dipanggil oleh pihak kepolisian.
"Saya memperkirakan mereka akan memenuhi panggilan polisi pada awal pekan depan," kata Nathasak Chaowanasai.
Mantan Direktur Jenderal Departemen Administrasi Lokal, Teeruth Supawiboonpol, turut menjadi salah satu pihak yang menunda pelaporan. Nama Teeruth masuk dalam daftar terperiksa utama yang tengah diburu penyidik.
Penyelidikan intensif ini berawal dari pembongkaran dugaan rekayasa ujian rekrutmen nasional pada Juni 2025. Penemuan awal tersebut membuka tabir jaringan sistematis yang melibatkan pejabat tinggi hingga institusi pendidikan.
Kementerian Dalam Negeri kini memfokuskan investigasi pada pembenahan tata kelola administrasi lokal secara menyeluruh. Pemecatan massal ini diharapkan memberikan efek jera sekaligus memulihkan integritas sistem rekrutmen ASN di Thailand.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Dear Pak Prabowo: 22,93 Juta Warga RI Masih Hidup Miskin
-
Samsung Galaxy A27 5G vs Galaxy A25 5G, Apa Saja Bedanya? Ini 4 Alasan Layak Upgrade
-
Pendaftaran Upacara 17 Agustus 2026 di Istana Dibuka Sampai Kapan? Ini Batas Waktunya
-
Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Sampai Kapan? Simak Jadwal Lengkap Tiap Provinsi
-
Putusan MK Buka Peluang Grasi hingga Amnesti Bagi Terdakwa Berbasis Audit BPKP
-
Kementerian P2MI Kenalkan Asta Mandala SMK Go Global, Bidik 500 Ribu Pekerja Migran Terampil
-
Kenapa Gen Z Rela Boros buat Kopi Tapi Menyerah Duluan soal Rumah?
-
Simulasi Cicilan KUR BRI Terbaru Agustus 2026
-
Kata-kata Polisi Malaysia soal Warganya Naik Batik Air Selundupkan Sabu dari KL ke Surabaya
-
Pengangguran Memang Turun, Tapi Cuma 24 Ribu Orang! Masih Ada 7,22 Juta Warga Indonesia Menganggur