Suara.com - Para peneliti menyatakan bahwa infeksi Covid-19 setelah vaksinasi cukup jarang, namun ada kemungkinan terjadi. Meskipun begitu, orang yang divaksin hanya akan mengalami infeksi dengan ringan.
Melansir dari Times of India, maraknya kasus infeksi usai vaksinasi dan munculnya varian Delta telah membawa penekanan yang lebih kuat pada penggunaan masker. Meskipun vaksin melindungi Anda dari tingkat keparahan penyakit, namun Anda perlu cara tambahan untuk mencegah penularan infeksi.
Penggunaan masker tidak boleh dihentikan, bahkan jika Anda telah sepenuhnya divaksinasi terutama ketika berada di luar rumah. Hal ini disebabkan karena masih ada orang yang belum divaksinasi.
Adapun jenis masker yang harus Anda gunakan, yang paling protektif dan meminimalkan infeksi adalah masker yang pas (kain tiga lapis, bedah atau N95) yang menutupi hidung, mulut, dan area di bawah dagu. Tali masker juga harus pas agar tidak memudahkan masuknya patogen.
Jika Anda menggunakan masker kain, pastikan Anda mendisinfeksi dan sering menggantinya.
Selain penggunaan masker, orang yang divaksinasi juga masih perlu memperhatikan detail sepele mengenai tempat yang akan Anda kunjungi dan tujuan kunjungan Anda. Seperti beberapa tempat mungkin relatif lebih aman untuk dikunjungi daripada yang lain.
Misalnya berada di luar ruangan lebih baik dibandingkan dengan tempat dalam ruangan karena dianggap kurang menular. Sementara itu, ada risiko paparan virus yang lebih rendah di ruang terbuka daripada ruang tertutup.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin