Suara.com - Paru termasuk salah satu organ terpenting dalam tubuh karena menjadi tempat pertukaran udara. Oleh sebab itu, kondisi paru yang tidak sehat tentu akan mempengaruhi kualitas oksigen dalam tubuh, hingga akhirnya akan mengganggu kerja organ lain.
Untuk mengetahui apakah kondisi paru sehat atau tidak, diperlukan pemeriksaan melalui rontgen thorax. Pada hasil foto akan terlihat gambar hitam putih yang membentuk paru.
Dokter spesialis paru dr. Sita Laksmi Andarini, PhD. Sp. P., menjelaskan kondisi paru yang sehat, jika dianalogikan seperti langit, ia akan terlihat biru cerah tanpa penghalang awan putih maupun bayangan lainnya.
Akan berbeda hasilnya pada paru yang sakit, terutama jika terinfeksi Covid-19, maupun pada perokok aktif.
"Kalau Covid-19 gambarannya langit biru dengan gambaran bercak awan putih. Kalau paru kita bersih, langit biru tanpa awan, bersih," jelas dokter Sita dalam webinar LungTalk, Minggu (22/8/2021).
Berbeda lagi dengan kondisi paru pada pasien kanker paru. Dokter Sita menganalogikannya seperti langit yang tertutup bayangan lampu dan menghalangi pandangan. Penghalang itu bisa menutupi organ paru hingga dua per tiga bagian.
Apabila pasien kanker paru juga terinfeksi Covid-19, maka hasil thorax akan menunjukan gabungan kedua hal tersebut.
"Satu nodul akan tertutup, tetapi di pinggir-pinggirnya mungkin ada gambar berawan dan itu hanya bisa kita lihat dengan biopsi, kalau sudah kanker paru mendapatkan covid," ucapnya.
Dokter Mia menyampaikan, meski hasil foto thorax mungkin telah menunjukkan adanya bercak putih atau bayangan hitam tertentu, seseorang belum tentu merasakan gejala apapun.
Baca Juga: Saturasi Oksigen Baik Meski Ada Kerusakan Paru Seperti Deddy Corbuzier, Ini Kata Dokter
Hal itu lantaran paru termasuk organ yang luas. Bahkan jika dibuka bisa menyerupai luas lapangan sepakbola. Karena itu, jika baru sedikit gangguan pada paru, misalnya karena asap rokok, virus, maupun sel kanker, umumnya gejala timbul lebih lambat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS