Suara.com - Setiap orangtua selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya, tak heran jika orangtua akan melakukan apapun demi si buah hati. Hal ini dapat terlihat ketika sang anak mendapat perlakuan yang tidak baik dari orang disekitarnya, salah satunya dimarahi oleh orang lain.
Di situasi seperti ini, Anda sebagai orangtua harus tetap memiliki kepala dingin dan mengatasi situasi ini dengan sopan. Jangan terburu-buru untuk melawan orang tersebut dengan emosi dan kekerasan.
Dilansir dari Brightside, inilah langkah yang harus Anda lakukan ketika seseorang mendisiplinkan anak dengan cara yang tidak sesuai.
1. Menilai sebelum bereaksi
Sebelum Anda meluapkan amarah, ada baiknya Anda menenangkan diri dan mengatasi situasi secara logis. Tarik nafas dan kumpulkan informasi mengenai keseluruhan kejadian. Sangat mungkin anak Anda bersalah, seperti memukul anak lain, berperilaku buruk terhadap orang lain sehingga anak Anda dimarahi oleh orang lain.
2. Buat anak Anda merasa dimengerti
Keadaan sebelumnya mungkin membuat anak Anda merasa ketakutan, sehingga penting untuk bersabar dan membuat sang anak merasa bahwa perasaan mereka dipahami. Tatap matanya dan minta ia untuk menjelaskan apa yang sedang berlangsung.
Tahan penilaian Anda dan dengarkan dari sudut pandang mereka mengenai kejadian tersebut. Jika anak merasa dipahami, ada kemungkinan mereka untuk memahami apa yang Anda katakan dan mempertimbangkan kembali perilaku mereka di masa depan.
3. Bersikap terang-terangan
Bersikap secara terang-terangan terhadap seseorang sering kali identik dengan bersikap kasar dan tidak peduli, namun hal ini lebih baik dibandingkan dengan bersikap secara terbelit-belit.
Bersikaplah dengan jujur dengan orang lain, beri tahu mereka dengan sopan bahwa Anda yakin mendisiplinkan anak merupakan hal yang benar-benar Anda perhatikan dan Anda akan menghargainya jika mereka tidak terlibat dalam hal ini. Anda juga bisa menyarankan agar mereka mempertimbangkan situasi dengan kondisi yang berbeda, ketika anak mereka dimarahi oleh orang lain.
4. Gunakan humor agar situasi tidak terlalu tegang
Menceritakan lelucon ringan dapat langsung membuat orang-orang di sekitar Anda merasa lebih dekat dengan Anda.
Baca Juga: Ayu Ting Ting Siap Diperiksa Polisi Terkait Kasusnya dengan KD
Ini juga dapat membantu menghilangkan urgensi dan keseriusan acara dan memberi semua pihak yang terlibat perspektif baru tentang keadaan. Tentunya Anda harus berhati-hati dengan lelucon tertentu yang Anda buat. Beberapa jenis humor bisa terlihat sarkastik dan meremehkan yang bisa memperburuk keadaan.
5. Jelaskan situasi tersebut kepada anak Anda
Penting untuk mendiskusikan dan menjelaskan semuanya dengan sabar kepada sang anak. Langkah ini sangat penting karena bagaimana Anda memandang kesalahan dapat memberi dampak jangka panjang terhadap anak Anda dalam mengatasi kesalahan.
Hiburlah anak Anda tetapi jangan beri mereka belas kasihan. Tetap teguh pada posisi Anda dan jelaskan dengan tenang mengapa jenis tindakan tersebut tidak diinginkan.
Sudah menjadi tugas orangtua untuk mendidik anaknya untuk menghormati peraturan dan berperilaku sesuai dengan norma-norma sosial yang diterima. Mereka harus mengenali diri sendiri sebagai bagian dari suatu komunitas (kelas, tim olahraga) dan menyadari bahwa ada orang yang bertanggung jawab atas kelompok ini.
Sehingga ketika sang anak berperilaku buruk di kelas, guru memiliki hak untuk menjelaskan mengapa tindakan mereka dilarang. Namun perlu diperhatikan tindakan yang akan diambil untuk menghadapi anak yang melakukan kesalahan.
Meneriaki seorang anak dapat menurunkan harga diri mereka, meningkatkan kecemasan, dan menghancurkan kepercayaan di antara kedua belah pihak. (Carissa Lim)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- Detik-detik Menteri Trenggono Pingsan di Podium Upacara Duka, Langsung Dilarikan ke Ambulans
Pilihan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?