Suara.com - Kanker payudara adalah masalah kesehatan yang serius yang diketahui mempengaruhi sejumlah besar perempuan, bahkan juga bisa terjadi pada pria. Dalam hal ini ada beberapa tindakan yang bisa Anda lakukan untuk mencegahnya, salah satunya dengan pola makan sehat.
“Ada banyak tindakan pencegahan yang dapat dilakukan pada tingkat individu untuk mengurangi risiko kanker payudara," kata Dr. Jyoti Wadhwa, direktur onkologi kepala, leher dan toraks, Onkologi Medis dan Haemato, Cancer Institute, Medanta seperti yang dikutip dari India Express.
"Meskipun faktor risiko seperti jenis kelamin, gen, riwayat kanker keluarga, usia, riwayat pribadi kanker payudara atau penyakit payudara proliferatif dan etnis tidak dapat dimodifikasi dan tidak dapat diubah, namun ada risiko yang dapat dimodifikasi,” imbuhnya.
Pola makan adalah salah satu faktor yang dapat dimodifikasi dan pencegahan yang dapat ditingkatkan dengan memasukkan makanan tertentu dalam gaya hidup Anda.
Dokter Geetika Mittal Gupta dari India mengatakan bahwa sekitar 13 persen perempuan akan mengembangkan kanker payudara di beberapa titik dalam hidup mereka.
“Itu sangat tinggi, jadi untuk melakukan segala kemungkinan, saya mencoba makan lima makanan yang meningkatkan kesehatan payudara,” tambah Mittal.
Melansir dari India Express, berikut beberapa makanan yang bisa mencegah kanker payudara, antara lain:
- Kale: Sayuran berdaun hijau mengandung antioksidan karotenoid yang dikaitkan dengan penurunan risiko kanker payudara.
- Berries (Strwaberry, blueberry, dan lain sebagianya) kaya akan antioksidan yang telah terbukti melindungi terhadap perkembangan dan penyebaran sel kanker.
- Salmon: Ikan berlemak, seperti salmon, kaya akan lemak omega-3, selenium, dan antioksidan yang dapat melindungi dari kanker.
- Brokoli: Sayuran cruciferous termasuk brokoli, mengandung senyawa glukosinolat yang memiliki kemampuan antikanker yang tinggi.
- Kacang dan lentil: Keduanya penuh serat yang dapat melindungi dari kanker payudara
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?