Suara.com - Setiap 9 September selalu diperingati sebagai Hari Olahraga Nasional. Sejak tahun lalu, perayaan hari olahraga masih berada di tengah kondisi pandemi Covid-19.
Namun situasi tersebut tentu bukan menjadi alasan untuk tidak berolahraga. Salah satu hal yang perlu dipahami setiap kali berolahraga adalah memahami tujuannya.
Dokter spesialis keolahragaan dr. Michael Triangto, Sp.KO., mengatakan, jika tujuan olahraga sekadar agar badan sehat, maka tidak perlu porsi olahraga yang terlalu berat.
"Karena olahraga yang terlalu berat justru bisa membuat imunitas turun. Imunitas turun berisiko terkena penyakit, termasuk infeksi Covid-19," kata dokter Michael dihubungi suara.com, Rabu (8/9/2021).
Menurutnya, tujuan berolahraga bisa terbagi menjadi menjadi tiga. Yakni, untuk kesehatan, mengejar prestasi, dan rekreasi. Olahraga dengan tujuan mengejar prestasi, seperti yang dilakukan atlet, tentu dilakukan dengan porsi yang berat bahkan melampaui kemampuan diri.
Berbeda dengan olahraga yang dilakukan orang awam, di mana tujuannya sekadar agar tubuh sehat atau bahkan untuk rekreasi.
"Melakukan latihan yang sesuai dengan tujuan kita, yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan dan kesehatan pada saat ini," ucapnya.
Penyesuaian olahraga pada setiap orang juga bisa berbeda-beda. Bahkan, kemampuan berolahraga pada satu individu bisa saja berubah seiring waktu.
Dokter Michael mengingatkan agar masyarakat melakukan olahraga disesuaikan dengan kondisi fisik terkininya. Meski sebelumnya dirasa kuat berolahraga lebih lama dan berat, tapi ketika beberapa waktu tidak melakukannya lagi maka kemampuan fisik bisa saja berkurang.
Baca Juga: 730 Dokter di Indonesia Gugur Akibat Covid-19, Paling Banyak di Jatim
"Sesuaikan dengan tingkat kemampuan dan kesehatan saat ini. Dan lakukan evaluasi apakah untuk rekreasi, apakah kesehatan, apakah program yang kita lakukan itu sudah optimal. Karena kita tahu program latihan itu selalu berkembang," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak