Suara.com - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi mengungkap data kedatangan warga asing ke Indonesia terkonfirmasi positif Covid-19.
Dikatakan bahwa 0,83 persen warga asing yang datang ke Indonesia dinyatakan positif setelah tes di pintu masuk kedatangan, meski sebelumnya dinyatakan negatif di negara asalnya.
Dalam konferensi pers Mengantisipasi Varian Baru Covid-19, Jumat (10/9/2021), Nadia mengimbau agar pintu masuk bandara udara dan pelabuhan terus diperketat, mulai dari screening dan prosedur pengawasan masuknya Pelaku Perjalanan Internasional.
“Hal-hal yang menjadi mandatori dan kewajiban, adalah melakukan pemeriksaan PCR pertama saat kedatangan, dan dilanjutkan karantina sampai hari ke-8 bila hasil PCR nya negatif,” ungkap dr. Nadia.
“Pada hari ke-7 dilakukan PCR kedua, saat bersangkutan masih menjalani karantina. Bila PCR kedua negatif, baru selesai menyelesaikan karantina. Tapi kalau positif, maka harus melanjutkan isolasi terpusat,” lanjutnya.
Menurut Nadia, ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan agar masyarakat Indonesia tidak tertular virus Covid-19 varian terbaru, yang diketahui lebih cepat penularannya.
Diketahui, warga asing yang masuk ke Indonesia dengan hasil positif Covid-19 berasal dari lima negara pada periode 1-31 Agustus 2021. Yang paling tinggi adalah warga Arab Saudi sebesar 15 persen, diikuti 8 persen (Malaysia), 3 persen (Uni Emirat Arab), 2 persen (Korea Selatan), dan 2 persen (Jepang).
Sementara itu, pada periode 1-6 September 2021, disebut 2 persen Pelaku Perjalanan Internasional terkonfirmasi Covid-19, dari total sebanyak 7.179 orang.
Berbeda dari bulan sebelumnya, warga asing yang datang ke Indonesia memiliki catatan positif Covid-19. Mulai dari 7 persen (Arab Saudi), 7 persen (Malaysia), 3 persen (Turki), 2 persen (Uni Emirat Arab), 2 persen (Singapura).
Baca Juga: Seluruh Personel N.Flying Dikonfirmasi Positif Covid-19
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya