Suara.com - Kadar gula darah yang tinggi selama kehamilan bisa berisiko pada janin, bahkan menyebabkan cacat lahir.
Melansir dari Healthshots, sekitar 300.000 hingga 400.000 janin per tahun dari ibu dengan diabetes di Amerika mengalami cacat tabung saraf. Kondisi ini terjadi ketika jaringan yang akhirnya membentuk otak dan sumsum tulang belakang gagal terbentuk dengan benar di mana selanjutnya bisa dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan berat.
Menggunakan studi pada tikus, peneliti University of Maryland School of Medicine (UMSOM) telah mengidentifikasi mekanisme di balik cacat lahir struktural. Kondisi ini disebabkan oleh penuaan jaringan saraf sebelum waktunya yang menghentikan pertumbuhannya sebelum membuat sel yang cukup membentuk tabung saraf.
“Meskipun diabetes adalah penyakit yang umumnya terkait dengan populasi yang lebih tua, epidemi diabetes modern pada orang muda sebagian besar didorong oleh obesitas dan ketidakaktifan. Pada saat yang sama, banyak penyakit terkait penuaan dipengaruhi oleh diabetes, dan kita sekarang tahu bahwa glukosa darah tinggi tampaknya menginduksi atau meningkatkan penuaan embrio dini,” kata Dr Peixin Yang, PhD, Profesor Ilmu Obstetri, Ginekologi dan Reproduksi, Direktur Pusat Penelitian Cacat Lahir, dan Wakil Ketua Penelitian di Pusat Penelitian Cacat Lahir UMSOM.
“Selama beberapa dekade, hipotesis kami adalah bahwa penuaan dini yang terjadi pada janin dari ibu dengan diabetes, menyebabkan cacat lahir ini. Baru-baru ini kami memiliki alat dan teknologi untuk menguji hipotesis kami,” tambah dokter Yang.
Menemukan mekanisme yang tepat dalam menganalisis peyebab jenis cacat lahir lainnya pada janin ini adalah langkah pertama untuk mengidentifikasi pencegahannya.
Dalam studi tersebut, para peneliti dapat menunda proses penuaan di jaringan dengan menggunakan obat kanker, memungkinkan tabung saraf untuk sepenuhnya terbentuk pada anak tikus yang lahir dari tikus dengan mutasi yang menyerupai diabetes.
Temuan mereka menunjukkan bahwa terapi yang lebih khusus dapat dikembangkan untuk mencegah keguguran atau cacat lahir pada bayi yang lahir dari ibu dengan diabetes.
“Langkah kami selanjutnya adalah melihat apakah cacat lahir pada jantung dan ginjal yang ditemukan pada janin yang lahir dari ibu dengan diabetes disebabkan oleh mekanisme penuaan yang sama. Jika demikian, itu akan menyarankan bahwa kita dapat mengembangkan pengobatan tunggal yang lebih khusus untuk proses perkembangan ini untuk mencegah spektrum cacat lahir ini,” kata peneliti E Albert Reece, MD, PhD, MBA, Wakil Presiden Eksekutif untuk Urusan Medis, UM Baltimore.
Baca Juga: Aurel Hermansyah Hamil, Anang Hermansyah Bagikan 7,5 Ton Beras
“Karena ibu dengan diabetes memiliki anak dengan tingkat cacat lahir lima kali lipat dibandingkan dengan populasi umum dan insiden diabetes yang terus meningkat, sangat penting bagi kita untuk mengembangkan cara untuk mencegah kecacatan dan mempromosikan kelahiran yang sehat,” tambah Reece.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional