Suara.com - Dalam agenda Global Covid-19 Summit yang dilaksanakan pada Rabu (22/9/2021) kemarin, Presiden Amerika Serikat Joe Biden menekankan pentingnya ketahanan sistem kesehatan di seluruh dunia, baik negara kaya maupun negara berkembang.
Pernyataan tersebut disambut baik oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.
Dikatakan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin, ajakan presiden negara adidaya itu langsung disambut baik Indonesia.
"Ajakan dari presiden ini disambut baik oleh presiden Indonesia Pak Joko Widodo. Presiden Indonesia juga menekankan, perlu segera dibangun sistem ketahanan kesehatan global yang baru," ungkapnya dikutip dari laman YouTube Sekretariat Presiden.
"Melihat sistem kesehatan dunia, itu sifatnya tidak lokal dengan adanya pandemi yang terlihat saat ini. Bahkan sistem kesehatan satu negara itu sangat erat hubungannya dengan sistem kesehatan negara lain,” ungkap Menkes Budi Gunadi lebih lanjut.
Ia juga menambahkan bagaimana Indonesia perlu ikut andil dalam mengatur sistem kesehatan global yang lebih baik.
Dari yang bapak Presiden sampaikan, perlu segera dibangun mekanisme global untuk sumber daya kesehatan yang bisa diakses oleh seluruh negara, terutama negara berkembang bila menghadapi krisis kesehatan," katanya.
Menkes Budi lalu menganalogikan sistem kesehatan dunia bisa mencontoh sistem ketahanan keuangan global yang dibangun oleh mekanisme IMF. Mulai dari tata kelola, partisipasi, yang terbukti bisa membantu kondisi keuangan secara fiskal dan moneter di negara berkembang.
"Indonesia merasa bahwa kita perlu membangun sistem dukungan kesehatan secara global yang mirip, dengan sistem keuangan global seperti IMF,” saran Menkes Budi.
Baca Juga: 100 Tokoh Bangsa Sebut Ketidakadilan Ditunjukan Pemerintah Saat Menanggulangi Pandemi
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?