Suara.com - Orang cenderung mengabaikan masalah kesehatan ketika belum menjadi serius. Misal pada penyakit paru-paru, gejala awal yang cenderug mirip dengan kondisi kesehatan ringan bisa sering diabaikan.
Melansir dari India Express, gejala ringan yang menunjukkan kondisi kesehatan berkaitan dengan paru-paru hampir tidak diperhatikan.
"Hal ini yang pada gilirannya, memperburuk situasi dengan berat," kata ahli gizi Loveceet Batra.
Untuk menghindari masalah paru-paru lebih serius, berikut tanda awal yang perlu Anda waspadai, antara lain:
1. Nyeri dada
Nyeri dada yang tidak dapat dijelaskan yang berlangsung selama sebulan atau lebih bisa menjadi peringatan masalah kesehatan paru-paru. Apalagi jika semakin buruk ketika Anda bernapas atau batuk.
2. Lendir
Lendir yang juga disebut dahak, diproduksi oleh saluran udara sebagai pertahanan terhadap infeksi. Jika produksi lendir Anda telah berlangsung sebulan atau lebih, ini dapat menunjukkan penyakit paru-paru.
3. Penurunan berat badan tiba-tiba
Baca Juga: Peneliti: Anak-Anak Berisiko Kecil Alami Kerusakan Paru Akibat Virus Corona Covid-19
Jika ada penurunan berat badan drastis tanpa diketahui penyebabnya, maka bisa jadi tanda masalah paru-paru.
"Ini bisa jadi sinyal yang dikirim tubuh Anda untuk menunjukkan tumor yang tumbuh di dalam diri Anda," kata Batra.
4. Perubahan napas
Jika Anda menghadapi sesak napas maka mungkin pertanda penyakit paru-paru. Tumor di paru-paru atau cairan penumpukan dari karsinoma memblokir udara dan menyebabkan sesak napas.
5. Batuk atau batuk persisten dengan darah
Batuk yang telah Anda miliki selama delapan minggu atau lebih banyak disertai dengan darah dianggap kronis. Batuk adalah gejala awal yang penting di mana memberitahu Anda bahwa ada sesuatu yang salah dengan sistem pernapasan.
"Mengawasi semua tanda-tanda ini. Jangan menganggap enteng dan periksa untuk menghindari masalah di masa depan," kata Batra.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
-
Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak
-
Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya