Suara.com - Larangan iklan rokok di tempat penjualan area DKI Jakarta dinilai efektif untuk cegah kenaikan jumlah perokok pemula, terutama pada anak dan remaja.
Hal tersebut dikatakan oleh Koordinator Komunitas bebas rokok “Smoke Free Jakarta” (SFJ) Dollaris Suhadi. Berbicara dalam webinar, Senin (4/10/2021) kemarin, perempuan yang akrab disapa Waty itu yakin aturan tersebut akan cukup efektif melindungi anak dari bahaya rokok.
"Ini adalah strategi efektif dan buat pemerintah tidak perlu biaya mahal karena tinggal menegakkan dan melindungi anak tidak memicu mulai merokok," katanya.
Mengutip dari riset Kementerian Kesehatan (Kemenkes), angka perokok pemula dari tahun ke tahun terus meningkat. Menurutnya, perlu segera adanya penegakan yang intensif terkait pengendalian rokok.
Riset Kemenkes disebutkan bahwa jumlah anak berusia 10-19 tahun yang merokok sebanyak 7,2 persen pada 2013. Kemudian meningkat jadi 9,1 persen pada 2018.
Sedangkan berdasarkan hasil survei Atlas Tembakau Indonesia pada 2020 ditemukan bahwa usia pertama kali merokok paling banyak rentang usia 15 hingga 19 tahun mencapai 52 persen, kemudian usia 10-14 tahun sebanyak 23 persen.
Dari dua kelompok usia tersebut, total remaja yang menjadi perokok pemula sebanyam 75 persen. Ia berharap, aturan melarang reklame rokok dan larangan memajang bungkus rokok di tempat penjualan bisa menurunkan jumlah perokok dalam survei mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan