Suara.com - Berhubungan seks dengan posisi dan gaya yang sama bagi sebagian pasangan mungkin membosankan. Tidak jarang dari mereka yang kemudian mengksplor posisi baru.
Tapi, baru-baru ini video seorang dokter viral di TikTok. Ia memperingatkan untuk sebaikanya menghindari posisi reverse cowgirl.
Tapi ada satu posisi seks yang mungkin ingin dihindari laki-laki , mengingat seorang dokter menjadi viral karena mengklaim itu bertanggung jawab atas 50 persen patah tulang penis.
"Ini Adalah posisi seks paling berbahaya di dunia karena penis pria dapat terlepas dan dihancurkan oleh tulang kemaluan pasangannya selama tidak menentu pada saat dorongan," kata Dr. Karan Raj - yang memiliki 4,3 juta pengikut di TikTok
Dalam video viral yang telah ditonton lebih dari 2,1 juta kali, Raj menjelaskan bahwa penis secara teknis tidak bertulang. Tetapi kata "fraktur" digunakan untuk menggambarkan robekan pada tunika albuginea - sepotong jaringan yang memungkinkan penis untuk menjadi membesar dan tegak.
Lelaki yang merobek tunica albuginea mereka biasanya harus menjalani operasi untuk menjahit robekan tersebut. Mereka yang gagal melakukannya biasanya mengalami disfungsi ereksi dan kelengkungan permanen bagian pribadi mereka.
Raj, yang sebelumnya viral dengan tips pencegahan COVID-19, bahkan mengklaim penis patah dapat menyebabkan alat vital itu membengkak dan terlihat sedikit seperti terong.
Penggemar TikTok sang dokter kecewa dengan berita itu, dengan beberapa komentator seksi mengungkapkan bahwa cowgirl terbalik adalah "favorit" mereka.
Namun, yang lain begitu terluka oleh video pendidikan itu sehingga mereka bersumpah untuk tidak lagi berhubungan seks dalam posisi tersebut.
“Suami saya sekarang takut mendekati saya karena itu!” tulis seorang penonton dengan bercanda.
Baca Juga: Beredar Potret Reynhard Sinaga si Predator Seks dengan Wajah Babak Belur Viral, Kenapa?
Fraktur penis biasanya merobek tunica albuginea secara horizontal, tetapi pada bulan Juli, British Medical Journal mengungkapkan kasus pertama yang didokumentasikan dari fraktur penis vertikal, yang ditopang oleh seorang laki-laki berusia 40 tahun selama hubungan seksual.
Studi tersebut tidak menyatakan posisi laki-lakiitu, tetapi dilaporkan bahwa "penisnya tertekuk di perineum pasangannya" - wilayah antara anus dan alat kelamin - karena dorongan yang tidak tepat waktu.
Pemindaian MRI selanjutnya menunjukkan bahwa penis pria itu memiliki robekan vertikal 1 inci (3 sentimeter) - daripada variasi horizontal yang lebih umum.
Terlepas dari sifat fraktur yang tidak konvensional, ahli bedah terpaksa merawat kejantanan pasien dalam waktu 24 jam untuk mencegah komplikasi.
Sementara itu, pada tahun 2019, seorang pria randy membentak anggotanya menjadi dua saat bermesraan dengan pacarnya.
“Itu naik ke ukuran sebotol anggur. Itu di luar kendali saya dan membuat saya takut setengah mati, ”kata pria itu tentang anggotanya yang bengkak.
Syukurlah, dia juga menjalani operasi yang sukses dan pulih sepenuhnya tanpa insiden.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua