Suara.com - Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak awal tahun lalu, ternyata telah mengurangi kasus influenza pada musim flu 2020 hingga kini. Akibat sedikitnya kasus flu, ilmuwan menduga salah satu jenis virus influenza menjadi punah.
Influenza B/Yamagata merupakan salah satu dari empat jenis virus influenza yang sering menginfeksi manusia. Tetapi, tim peneliti Australia melaporkan bahwa virus tersebut telah 'hilang dari radar'.
Virus flu B/Yamagata selalu cenderung kurang menular daripada jenis virus flu utama lainnya. Strain ini juga tidak berevolusi sekuat yang lain. Hal ini membuat peneliti tidak perlu memperbarui komponen B/Yamagata dari vaksin flu sejak 2015.
"Dikombinasikan dengan kondisi pandemi Covid-19, mungkin telah menyebabkan penekanan terhadap penyebaran B/Yamagata dalam tingkat global dan (menyebabkan adanya) potensi kepunahan dari garis keturunan virus ini," jelas peneliti pascadoktoral Marios Koutsakos dari University of Melbourne.
Struktur vaksin flu saat ini mencakup empat jenis yakni influenza A/H3N2 (Hong Kong), influenza A/H1N1 (Babi), influenza B/Victoria, dan influenza B/Yamagata.
Strain influenza A cenderung lebih menular dan sumber epidemi mematikan, sedangkan influenza B menyebar lebih lambat di antara anak-anak usia sekolah dan remaja.
Meski begitu, peneliti lain memperingatkan bahwa perlu lebih dari satu musim flu untuk menentukan apakah virus influenza B/Yamagata benar-benar telah hilang, lapor Medical Xpress.
"Saya sedikit ragu menyebut sepakat dengan ini, karena virus flu merupakan mikroorganisme yang berubah-ubah," ujar peneliti vaksin terkemuka Richard Kennedy di Mayo Clinic, Rochester.
Kennedy mencatat bahwa virus flu B/Yamagata cenderung meningkat pada tahun tertentu dan kemudian hampir menghilang di tahun lainnya.
Baca Juga: Hidung Tersumbat karena Flu, Lakukan 5 Cara Alami Ini di Rumah
Sekarang, dengan aturan pembatasan yang telah longgar dan anak-anak bersekolah tatap muka, Kennedy khawatir musim flu kali ini bisa menjadi sulit. Strain B/Yamagata juga bisa muncul kembali.
Tetapi Kennedy yakin apabila masyarakat tetap mendapatkan suntikan vaksin flu tahun ini dan mempraktikkan perlindungan diri seperti memakai masker dan mengatur jarak sosial, ada kemungkinan virus flu B/Yamagata hilang selamanya.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic