Suara.com - Saat ini gadget telah menjadi salah satu kebutuhan masyarakat. Tak hanya itu, gadget juga menjadi pelengkap gaya hidup, yang menunjang berbagai kegiatan kita, mulai dari hobi, menonton film, hingga mendengarkan lagu. Hal ini membuat banyak orang akhirnya menjadi sangat lekat dengan gadget, bahkan sampai kecanduan.
Adalah nomophobia, gangguan mental yang membuat penderitanya sulit jauh dari gadget. Bisa terjadi pada anak maupun dewasa, penderita nomophobia akan merasa cemas bila tidak memegang gadget.
Mengutip dari Hello Sehat, sebuah studi yang terbit di Indian Journal of Psychiatry mengungkapkan bahwa nomophobia atau yang disebut no mobile phone phobia, merupakan jenis gangguan kecemasan akibat tidak bisa jauh dari ponsel.
Layaknya seorang pecandu, seseorang yang sulit pisah dengan gadget, pada akhirnya bisa mengalami beberapa gangguan, mulai dari cemas, khawatir, ketakutan, sehingga ini bisa mengganggu aktivitasnya sehari-hari.
Menurut Psikolog Anak Diana Rahma, M. Psi., mengatakan, jika anak sudah pada tahap adiksi gadget dan tidak nyaman tanpa pegang gadget, anak mengalami rasa cemas berlebihan.
“Sedikit-dikit sensitif, emosi, baperan, bahkan terlihat dari tampilan fisik seperti mulai dari menggigit kuku atau jari jika tidak pegang gadget,” ungkapnya dalam acara Wake Up Dhuafa bertajuk Mengatasi Kecanduan Gadget Pada Anak Dan Remaja, Kamis (4/11/2021).
Kecemasan tidak memegang ponsel memang tidak tercantum dalam panduan DSM-5 (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders). Namun, para ahli kesehatan menyebutkan, kondisi ini merupakan kategori penyakit mental, khususnya bagi orang yang kecanduan terhadap gadget.
Diana pun mengungkap ciri-ciri dari Nomophobia yang terjadi pada anak, yaitu:
- Hal yang langsung dicari saat bangun tidur, salah satunya gadget.
- Tidak bisa melewati hari tanpa gadget.
- Cemas saat daya baterai gadget lemah atau mati daya.
- Selalu ingin memeriksa gadget.
- Membawa gadget ke manapun pergi.
Baca Juga: Tidak Semua Serangan Panik Memiliki Gejala yang Sama, Ketahui 3 Faktanya
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?