Suara.com - Kasus infeksi virus corona mencetak rekor tertinggi sejak awal pandemi Covid-19. Kondisi ini membuat dokter memperingatkan mereka perlu menunda operasi yang dijadwalkan dalam beberapa minggu mendatang untuk mengatasinya.
Dilansir dari France24, jumlah kasus virus corona yang dikonfirmasi naik menjadi 4.782.546 dari 4.767.033 sehari sebelumnya. Jumlah kematian meningkat 33 menjadi total 96.558.
Perdana Menteri negara bagian Bavaria Markus Soeder menyerukan tindakan yang lebih tegas mengingat puncak baru dalam tingkat insiden. Ia mengatakan lebih banyak yang harus dilakukan.
Dia menyerukan agar tes ditawarkan secara gratis lagi, pusat vaksinasi diaktifkan kembali dan bagi negara bagian dan pemerintah federal untuk mengoordinasikan strategi mereka. Jerman telah menghapus pengujian gratis untuk memberi insentif kepada orang-orang agar mendapatkan suntikan.
Christian Karagiannidis, direktur ilmiah di asosiasi DIVI untuk pengobatan intensif dan darurat, mengatakan perkiraan peningkatan kasus virus corona dalam beberapa minggu mendatang berarti beberapa operasi yang dijadwalkan harus ditunda.
"Kami hanya akan mampu mengatasi beban semua keadaan darurat jika penghematan dilakukan di tempat lain, meskipun jelas tidak dengan perawatan kanker bedah," katanya kepada surat kabar Augsburger Allgemeine.
Jerman sudah harus merelokasi beberapa pasien dari daerah dengan rumah sakit yang terbebani.
Tiga partai Jerman yang bekerja untuk menyepakati pemerintahan koalisi pada awal Desember akan mengajukan proposal untuk memerangi gelombang keempat pandemi COVID-19 di negara itu pada Senin, kata surat kabar harian Die Welt.
Rencana tersebut mencakup pengenalan kembali tes gratis.
Baca Juga: Penambahan Kasus Covid-19 di DIY Tertinggi Se-Indonesia, Haryadi Suyuti Tak Menyangka
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!
-
Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini
-
IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik
-
Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada
-
Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga
-
Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah
-
Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah
-
WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen
-
Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh