- Maia Estianty menjadi Duta Kampanye "Kenali Cacar Api" mengusung pesan menua sehat dan produktif bersama RS Siloam dan GSK.
- Cacar api disebabkan reaktivasi Varicella Zoster akibat penurunan imunitas seiring usia, berisiko menyebabkan komplikasi serius.
- Pencegahan penting melalui gaya hidup sehat dan vaksinasi, terutama bagi dewasa dan penderita penyakit penyerta, berdasarkan rekomendasi dokter.
Suara.com - Maia Estianty dikenal sebagai sosok perempuan inspiratif yang tak pernah berhenti berkarya. Di usia dewasa, musisi, produser, sekaligus ibu dari tiga anak ini tetap aktif, produktif, dan tampil prima.
Bagi Maia, menua bukan alasan untuk melambat, melainkan fase hidup yang harus dijalani dengan sehat dan penuh kesadaran. Prinsip inilah yang mendorongnya terlibat sebagai Duta Kampanye Kesehatan “Kenali Cacar Api” bersama Rumah Sakit Siloam Lippo Village dan GSK Indonesia.
Melalui kampanye ini, Maia mengusung pesan Ageing Gracefully, sebuah ajakan untuk menua dengan sehat, tetap aktif, dan produktif, terutama bagi kelompok dewasa dan mereka yang memiliki risiko penyakit tertentu.
“Sebagai pekerja seni yang aktif, ibu, dan istri, masih banyak yang ingin saya lakukan ke depan. Saya ingin terus berkarya dan menikmati waktu berkualitas bersama keluarga sehingga saya harus menjaga kesehatan agar momen bahagia tidak terlewatkan,” ujar Maia.
Menurutnya, menjaga kesehatan di usia dewasa tidak cukup hanya dengan terlihat bugar dari luar. Pencegahan penyakit harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk dari ancaman penyakit yang kerap luput dari perhatian, seperti cacar api.
“Untuk mencegah terjadinya cacar api, penting bagi orang dewasa untuk menjalani pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, tidur cukup, dan rutin berolahraga, termasuk dengan melakukan vaksinasi sesuai rekomendasi dokter,” tambahnya.
Seiring bertambahnya usia, tubuh manusia secara alami mengalami penurunan sistem kekebalan yang dikenal sebagai age-related immunity decline (ARDI).
Kondisi ini membuat orang dewasa semakin rentan terhadap infeksi, salah satunya Herpes Zoster atau cacar api. Penyakit ini disebabkan oleh reaktivasi Virus Varicella Zoster, virus yang juga menyebabkan cacar air.
Setelah seseorang sembuh dari cacar air, virus tersebut tidak hilang sepenuhnya, melainkan dorman di dalam saraf dan dapat aktif kembali di kemudian hari, terutama ketika daya tahan tubuh menurun.
Baca Juga: Cerita Habib Jafar Lempar Batu ke Gereja, Bukan Gara-Gara Benci Tapi Penasaran Bunyinya
Herpes Zoster lebih sering terjadi pada lansia dan individu dengan imunitas yang melemah. Padahal, penyakit infeksi dengan tingkat morbiditas dan dampak komplikasi yang tinggi ini sebenarnya dapat dicegah.
dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Rumah Sakit Siloam Lippo Village, mengungkapkan bahwa cacar api bukan penyakit ringan.
“Kami di Rumah Sakit Siloam Lippo Village menangani banyak pasien Herpes Zoster. Komplikasi yang paling banyak kami tangani adalah Nyeri Pascaherpes (NPH). Berdasarkan cerita para penyintas, nyeri ini menyebabkan rasa sakit yang luar biasa dan berkurangnya kualitas hidup,” jelasnya.
Ia menambahkan, nyeri pascaherpes dapat berdampak besar pada kehidupan sehari-hari. “Beberapa individu menyatakan bahwa nyeri ini menyebabkan berkurangnya produktivitas kerja, kualitas tidur, waktu dengan keluarga, dan kemampuan untuk menikmati aktivitas sehari-hari,” lanjut dr. Sandra.
Tak hanya itu, dr. Sandra menegaskan bahwa banyak orang sebenarnya berisiko terkena cacar api tanpa menyadarinya. Individu dengan penyakit penyerta seperti autoimun, kanker, penyakit jantung, diabetes, serta gangguan ginjal memiliki risiko yang jauh lebih tinggi.
Oleh karena itu, pencegahan cacar api menjadi langkah yang jauh lebih penting daripada yang selama ini disadari masyarakat.
Berita Terkait
-
Lolos Audisi Indonesian Idol, Fajar Sadboy Siap Tinggalkan Pekerjaan
-
Maia Estianty Mimpi Bertemu 3 Nabi, Apa Maknanya? Ini Penjelasan Habib Jafar
-
Fajar Sadboy Dapat Golden Ticket Indonesian Idol, Juri Kasih 4 Yes!
-
Cerita Habib Jafar Lempar Batu ke Gereja, Bukan Gara-Gara Benci Tapi Penasaran Bunyinya
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
-
Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak
-
Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya