Suara.com - Penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang bisa berdiri dengan satu kaki mengindikasikan kesehatan yang bagus dan berpotensi memiliki umur panjang karena kondisi kesehatannya itu.
Tetapi, lamanya kemampuan orang berdiri dengan satu kaki sebagai tanda kondisi kesehatan yang baik berbeda pada pria dan wanita, yang juga bergantung pada usia.
Ketidakmampuan mencapai target lamanya waktu berdiri dengan satu kaki itu berkaitan dengan masalah kesehatan orang tersebut.
Anda dapat berlatih berdiri dengan satu kaki untuk meningkatan keseimbangan tubuh.
Latihan berdiri dengan satu kaki akan lebih menantang pada orang dengan kondisi neurologis.
Tetapi penelitian telah menunjukkan bahwa olahraga dapat meningkatkan keseimbangan pada orang dengan kondisi apa saja, menurut The Conversation.
Semakin aktif secara fisik, maka semakin besar kemungkinannya untuk memiliki keseimbangan yang baik.
Dampak positif lainnya adalah mengurangi risiko terjatuh, yang menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjadi penyebab utama kedua kematian akibat cedera yang tidak disengaja di seluruh dunia.
Berdiri dengan satu kaki bisa sangat menantang jika sambil menutup mata. Sebab, dengan kata terbuka tubuh akan mengandalkan penglihatan untuk membantu kita tetap seimbang.
Baca Juga: Cuitannya Tuai Kritik, Menteri Siti: Pesan Presiden Jokowi Jelas, Harus Ada Keseimbangan
Hal itu layak dipraktikkan karena dapat membantu membangun keseimbangan tubuh untuk jangka panjang.
Bagi orang tua berusia 70 tahunan, ada juga bukti yang menunjukkan berdiri di masing-masing kaki secara bergantian selama satu menit dan dilakukan tiga kali sehari dapat membantu meningkatkan kepadatan mineral tulang pinggul. Ini dapat mencegah patah tulang ketika terjatuh.
Anda dapat mulai berlatih berdiri dengan satu kaki secara bergantian ketika sedang gosok gigi. Jika ingin lebih menantang, coba lakukan dengan mata tertutup.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
-
Tsunami Terjadi di Halmahera Barat dan Bitung, Begini Ketinggiannya
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS