Suara.com - Manusia bisa mendengar berbagai bunyi karena adanya aktivitas gelombang. Tapi, ini bukan seperti gelombang ombak yang di laut, melainkan gelombang longitudinal yang membawa energi dari hasil suatu getaran.
Misalnya, tiang yang dipukul menggunakan palu akan menimbulkan getaran pada besi tiang. Getaran tersebut terjadi sangat cepat hingga tak bisa ditangkap oleh mata.
Getaran tersebut kemudian berubah menjadi gelombang yang mengalir lewat udara (medium) lalu sampai ke gendang telinga. Kemudian otak menerima rangsangan dan mengenalnya sebagai bunyi.
Tetapi, tidak semua makhluk hidup proses mendengarnya seperti itu. Ada beberapa hewan yang merasakan getaran bukan melalui daun telinga. Contohnya, ular dan semut.
Dalam ilmu fisika, bunyi bisa terdengar jika memenuhi tiga syarat. Dikutip dari Ruang Guru, berikut syarat terjadinya bunyi:
1. Sumber Bunyi
Setiap benda yang menghasilkan getar akibat suatu energi akan menghasilkan bunyi. Sehingga benda tersebut menjadi sumber bunyi jika mendapatkan energi. Seperti langkah kaki, gesekan daun yang terinjak, hingga dentingan bel.
2. Medium Perantara
Gelombang membutuhkan medium untuk bisa merambat sampai ke telinga. Bisa lewat udara, air, maupun gas. Maka dari itu, di luar angkasa kita tidak bisa mendengarkan apa pun, karena di luar angkasa hampa udara. Selain itu, bunyi lebih cepat merambat di medium padat daripada cair dan gas.
3. Penerima Bunyi
Untuk dapat merasakan bunyi, tentu perlu ada objek yang menjadi penerima. Artinya, harus ada orang di sekitar bunyi tersebut. Di dalam ilmu fisika, bunyi yang dikeluarkan baru dapat dianggap ada, apabila ada orang lain yang mendengarnya.
Baca Juga: Perbedaan Bentuk Zat Padat, Cair, dan Gas Beserta Contohnya
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?