Suara.com - Mantan dokter medis sekaligus penulis artikel kesehatan BBC, Michael Mosley, memberikan tips bagaimana dirinya mengatasi kecemasan melalui episode podcast terbarunya Just One Thing.
Dalam podcast-nya itu, Mosley mengatakan bahwa salah satu hal yang telah membuat perbedaan besar dalam hidupnya, dan sangat mudah untuk dilakukan, adalah berlatih pernapasan dalam.
"Ketika saya merasa stres atau ketika saya terbangun tengah malam dan berusaha kembali tidur, saya melakukan teknik pernapasan 4-2-4," jelas Mosley, dilansir Science Focus.
Jadi, Mosley akan menarik napas selama empat hitungan, menahannya selama dua hitungan, lalu mengembuskannapas hingga empat hitungan.
Profesor psikologi di Trinity College, Dublin, Ian Robertson, mengatakan bahwa latihan pernapasan adalah obat paling tepat untuk diri sendiri dan tidak memiliki efek samping.
Mosley menjelaskan bahwa pernapasan akan mengaktifkan sistem saraf parasimpatis, sehingga dapat menenangkan tubuh.
"Napas panjang dan dalam akan memperlambat jantung dan juga menurunkan tekanan darah Anda. Dengan begitu, kecemasan berkurang," sambungnya.
Bernapas dalam-dalam juga bisa menjadi cara yang efektif untuk mengatasi rasa sakit. Nyeri kronis terkait erat dengan stres, dan belajar bagaimana melakukan kontrol pernapasan adalah bagian penting dari perawatan untuk mengelola keduanya.
Sebagian karena rasa sakit dan stres memiliki efek yang sama pada tubuh. Keduanya meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, membuat pernapasan lebih cepat dan dangkal, serta menyebabkan otot menegang.
Baca Juga: Pakai Selang Pernapasan, Anya Geraldine Ungkap Kondisi Usai Operasi
"Jika Anda hidup dalam keadaan stres atau sakit kronis, sistem saraf Anda akan tetap waspada secara permanen, dengan otot-otot Anda dalam keadaan tegang yang konstan," imbuhnya.
Stes dan rasa sakit juga membuat hormon stres kortisol melonjak, yang pada akhirnya akan membuat otak tetap terjaga. Tubuh akan lebih sensitif terhadap sinyal rasa sakit dan lebih menyadarinya.
Menurut Mosley, salah satu cara untuk membantu memutus kondisi tersebut adalah dengan berlatih pernapasan dalam.
Selain 4-2-4, teknik lainnya 3-4-5 juga dapat dicoba.
"Dalam teknik ini, Anda menarik napas perlahan melalui hidung hingga hitungan ketiga, lalu tahan selama empat hitungan, sebelum menghembuskan napas selama lima hitungan," lanjutnya.
Mosley menyarankan untuk melakukan teknik ini selama stres atau kesakitan dan mengulanginya sebanyak 10 kali.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
Terkini
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?