Suara.com - Pencernaan yang sehat memiliki peran penting terhadap kesehatan anak secara keseluruhan. Mengutip dari penelitian dalam jurnal Clinical & Experimental Immunology, sistem pencernaan memegang peranan sebesar 70 persen dalam kesehatan tubuh manusia secara utuh.
Saluran cerna adalah organ dalam tubuh yang juga berpengaruh terhadap imunitasnya. Di dalamnya terdapat kolonisasi bakteri yang baik, di mana ini membentuk fungsi pada antibodi.
Mengenai kesehatan pencernaan ini, telah diungkap oleh Dokter Spesialis Anak dr. Atilla Dewanti, dalam acara webinar bertajuk Pentingnya Kesehatan Pencernaan Bagi Imunitas Si Kecil, Minggu (28/11/2021).
“Semakin banyak bakteri baik di saluran cerna, maka semakin sehat saluran cerna si kecil,” ungkap dr. Atilla.
Ia mengatakan, untuk meningkatkan saluran cerna anak agar tetap sehat, dibutuhkan beberapa sumber makanan yang juga sehat. Salah satunya yakni sumber probiotik dan prebiotik.
“Prebiotik itu apa saja? Ada di makanan sehari-hari. Yang paling mudah itu ada di bawang putih dan merah. Jadi kalau lagi masak di rumah, bumbu bawang ini sudah jadi sumber prebiotik buat kita,” lanjutnya.
Mengenai probiotik, dr. Atilla mengatakan bahwa 60 persen usus bayi usia satu bulan pertama didominasi oleh probiotik Bifidobacterium. Probiotik ini sudah dimiliki sebesar 21 persen sejak hari pertama bayi lahir secara per vaginam. Probiotik ini akan meningkat sebesar 100 persen pada anak berusia 3 tahun.
“Jika pada saat bayi diberikan ASI, maka semakin banyak produksi probiotik nya,” ungkapnya.
Namun ada perbedaan pada probiotik anak yang lahir secara sesar. Di mana jumlah probiotik Bifidobacterium jauh lebih rendah jika dibandingkan usus bayi yang lahir secara normal.
Baca Juga: Ini Perbedaan Umum Alergi dengan Masalah Saluran Cerna Pada Bayi
“Kalau bayi yang lahir secara normal probiotiknya banyak banget, tapi kalau lahir secara sesar, itu sangat sedikit. Jadi sangat signifikan perubahan Bifidobacterium nya,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang