Suara.com - Anda mungkin memiliki banyak koleksi berbagai macam bra di rumah. Sayangnya, kebanyakan wanita justru memakai ukuran bra yang salah atau tidak sesuai dengan kebutuhan payudaranya.
Meskipun memakai bra dengan ukuran yang salah itu bukan suatu masalah besar. Tapi, penggunaan bra dengan ukuran yang salah terus-menerus bisa berdampak buruk pada kesehatan.
Berikut ini dilansir dari Bright Side, 4 dampak buruk memakai bra dengan ukuran yang salah terus-menerus pada kesehatan wanita.
1. Sakit punggung, leher dan payudara
Studi mengatakan bahwa ukuran bra yang salah dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan, seperti nyeri punggung, nyeri leher, dan nyeri payudara.
Bra yang tidak pas menyebabkan tekanan tali yang berlebihan, sehingga mengakibatkan postur tubuh yang salah dan rasa sakit tubuh yang berbeda.
2. Sakit kepala
Tekanan ekstra yang disebabkan oleh bra kecil juga bisa menyebabkan sakit kepala. Jika bra tidak pas, berat payudara meregangkan tali bra dan memberi tekanan tambahan pada bahu. Kondisi ini bisa menyebabkan sakit leher dan sakit kepala.
3. Masalah kulit
Baca Juga: Vaksin COVID-19 Belum Tentu Ampuh Tangkal Varian Omicron? Ini Kata CEO Moderna
Bra yang terlalu besar mungkin tidak efektif menopang payudara, sehingga menyebabkan kerusakan kulit payudara. Penelitian telah menunjukkan bahwa deformasi payudara yang disebabkan oleh gravitasi menyebabkan kulit meregang di daerah atas payudara.
4. Deformasi bahu
Tekanan tali bra juga bisa menyebabkan masalah. Saat bra tidak memberikan dukungan yang baik pada payudara, berat berlebihan membuat tali bra menempel di bahu wanita. Studi mengatakan bahwa pemakaian bra kecil dalam durasi lama memberi banyak tekanan pada jaringan lunak bahu sehingga dapat menyebabkan deformasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?
-
Rahasia Energi "Anti-Loyo" Anak Aktif: Lebih dari Sekadar Susu, Ini Soal Nutrisi yang Tepat!
-
Sinergi Medis Indonesia - India: Langkah Besar Kurangi Ketergantungan Berobat ke Luar Negeri
-
Maia Estianty Gaungkan Ageing Gracefully, Ajak Dewasa Aktif Waspada Bahaya Cacar Api