Suara.com - Nyeri haid yang menyiksa dapat membuat perempuan berguling-guling di tempat tidur. Beberapa perempuan menemukan kenyamanan dalam pil penghilang rasa sakit, kantong air panas atau bahkan mandi air panas!
Jika kamu termasuk perempuan yang merasa lebih bersih dan nyaman setelah mandi di bawah pancuran atau di bak mandi – ada baiknya mengingat beberapa tips kebersihan!
Mungkin terdengar menjijikkan bagi sebagian orang, tetapi ya, ada beberapa perempuan yang menikmati bersantai di bak mandi selama menstruasi.
Selain menjaga tetap bersih, mandi secara umum memiliki banyak efek positif pada suasana hati dan tingkat stres. Namun ada hal-hal tertentu yang perlu Anda waspadai saat mandi saat sedang haid.
Dr Sarita Channawar, Ginekolog Rumah Sakit Wockhardt, Mira Road, Mumbai, menjelaskan apa yang perlu Anda ingat:
1. Jangan lupa melepas pembalut, tampon, atau cangkir sebelum mandi
Tidak apa-apa membiarkan vagina berdarah di kamar mandi. Darah akan mengalir ke saluran pembuangan. Bersihkan darah lama yang menempel di rambut kemaluan Anda. Buang pembalut, atau tampon dengan benar dan cuci cangkir menstruasi dari waktu ke waktu untuk menghindari infeksi.
2. Mandi dua kali sehari
Mandi secara teratur diperlukan untuk mencegah bau dan menurunkan risiko infeksi selama menstruasi.
Baca Juga: Alasan Perempuan Gampang Marah Saat Menstruasi
3. Bersihkan bak mandi jika Anda menggunakannya
Jika Anda ingin menggunakan bak mandi, bersihkan sebelum masuk dan pasti setelah menggunakannya juga!
4. Hindari produk beraroma dan kimia di bawah sana
Gunakan air biasa untuk membersihkan vagina. Jangan menggunakan produk keras yang dapat mengiritasi vagina dan menyebabkan alergi dan infeksi.
5. Bilas dari depan ke belakang untuk mencegah infeksi
Ini dapat membantu mencegah penyebaran bakteri ke vagina Anda.
6. Membersihkan vagina dari luar
Vagina adalah organ yang membersihkan diri. Membersihkan dari dalam dapat mengganggu keseimbangan pH, dan mengakibatkan infeksi. Bilas bagian luar vagina dengan air.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi