Suara.com - Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap hampir 200.000 orang dewasa di atas usia 40 tahun menemukan bahwa orang yang melewatkan sarapan cenderung memiliki kesehatan yang buruk.
Analisis yang terbit dalam Journal of Cardiovascular Development and Disease juga menunjukkan bahwa risiko terkena serangan jantung pada orang yang rutin mengabaikan makan meningkat 21 persen.
Namun, studi ini tidak bertujuan untuk memberikan hubungan sebab akibat antara melewatkan sarapan dengan risiko serangan jantung.
Tetapi, orang yang melewatkan sarapan sering kali tidak mengganti asupan makanan yang hilang, dan ini bisa menyebabkan kurangnya nutrisi.
Mereka cenderung kekurangan vitamin A, D, dan C. Padahal, semua ini berperan dalam peningkatkan sistem kekebalan.
Kebiasaan itu juga akan membuat orang tersebut lapar di tengah malam, yang pada akhirnya mengganggu metabolisme serta meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung, lapor Express UK.
Sementara itu, riset lain yang mengamati anak-anak menemukan bahwa mereka yang terbiasa sarapan cenderung memiliki pola makan seimbang.
Anak-anak tercatat lebih banyak mengonsumsi kalori total, tetapi tidak membuat mereka kelebihan berat badan.
Tetapi beberapa pakar mengatakan bahwa mengabaikan sarapan tidak akan memperburuk kesehatan selama orang tersebut merencanakan pola makan yang baik untuk mengganti asupan yang terlewat dan tetap mennjaga keseimbangan nutrisi.
Baca Juga: Serangan Jantung, Pelatih Klub Liga Mesir Meninggal Dunia saat Rayakan Gol
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?