Selanjutnya, para peneliti mengkarakterisasi metabolit bioaktif yang dihasilkan atau diubah oleh mikrobioma ketika terpapar asap rokok. Mereka mengidentifikasi dua molekul kecil yang mungkin menjadi penyebab kenaikan berat badan setelah berhenti merokok.
Salah satunya adalah dimethylglycine atau DMG, metabolit yang dihasilkan dari nutrisi makanan kolin oleh mikrobioma usus dan hati.
Produksi DMG ditingkatkan selama paparan aktif terhadap asap rokok, tetapi secara substansial berkurang ketika mikrobioma usus tikus yang merokok habis oleh antibiotik.
Ketika tikus yang diberi antibiotik ini diberi suplemen DMG, kemampuan mereka untuk menambah berat badan kembali setelah mereka tidak lagi terpapar asap rokok.
Ketika tikus diberi makanan yang kekurangan kolin, yaitu kekurangan prekursor yang diperlukan untuk produksi DMG. Mereka tidak akan mengalami kenaikan berat badan signifikan setelah tidak terpapar asap rokok.
Pada akhirnya, para peneliti menilai perubahan mikroba metabolit inilah yang mungkin berhubungan dengan kenaikan berat badan setelah berhenti merokok.
Tapi, studi lebih lanjut diperlukan untuk menilai perubahan metabolis inilah atau metabolit lain yang dihasilkan oleh mikrobioma yang meningkat sebagai pemicu kenaikan berat badan setelah berhenti merokok pada manusia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
- Ini 4 Smartphone Paling Diburu di Awal Januari 2026
- 5 Sepatu Nike Diskon hingga 40% di Sneakers Dept, Kualitas Bagus Harga Miring
- 5 Tablet dengan SIM Card Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking Anti Ribet
- Beda dengan Inara Rusli, Wardatina Mawa Tolak Lepas Cadar Demi Uang
Pilihan
-
UMP Minim, Biaya Pendidikan Tinggi, Warga Jogja Hanya jadi Penonton Kemeriahan Pariwisata
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
Terkini
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar