Suara.com - Percaya atau tidak, batuk sebenarnya adalah hal yang baik. Ini adalah cara tubuh membersihkan saluran udara sebagai respons terhadap iritasi. Namun, jika batuk tidak berhenti, maka harus segera diobati. Berikut ini rekomendasi obat batuk alami yang mudah ditemukan di dapur.
Diketahui, sebagian besar batuk sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Namun, akan lebih baik jika Anda mengobatinya agar batuk lebih cepat sembuh. Anda bisa melakukan pengobatan secara alami atau tanpa obat-obatan kimia.
Untuk lebih jelasnya, berikut ini beberapa rekomendasi obat batuk alami yang menarik untuk diketahui melansir dari situs Medical News Today, Senin (20/12/2021).
1. Teh Madu
Menurut beberapa penelitian, madu dapat meredakan batuk. Caranya, campurkan madu 2 sdt dengan air hangat atau teh herbal. Kamu bisa mengonsumsi racikan ini 1-2 kali sehari. Hindari memberikan pengobatan ini pada anak kecil di bawah usia 1 tahun.
2. Jahe
Jahe juga dapat meredakan batuk kering atau asma, karena memiliki sifat anti-inflamasi. Jahe bermanfaat juga untuk meredakan mual maupun nyeri. Caranya, campurkan 20–40 g irisan jahe segar dalam air panas, diamkan beberapa menit, setelah itu diminum. Kamu juga bisa menambahkan madu atau lemon untuk lebih menenangkan batuk.
3. Uap
Batuk basah biasanya menghasilkan lendir atau dahak. Untuk mengobati batuk berdahak bisa dengan uap. Caranya, kamu mandi air panas atau mandi dengan uap yang memenuhi isi kamar mandi. Kemudian, kamu berdiam diri dalam uap beberapa menit hingga gejala mereda. Setelah itu, minum segelas air untuk menghangatkan dan mencegah dehidrasi.
Baca Juga: 3 Alternatif Obat Sakit Tenggorokan Alami, Salah Satunya Air Garam
Sebagai alternatif, kamu bisa juga menggunakan mangkuk uap. Caranya, isi mangkuk atau baskom dengan air panas dan campurkan minyak esensial (kayu putih atau rosemary). Lalu, letakan wajah di atas mangkuk, letakkan juga handuk di atas kepala, dan hirup uapnya selama 5 menit.
4. Kumur air garam
Kumur air garam juga bisa menjadi obat sederhana untuk meredakan sakit tenggorokan dan batuk basah. Air garam dapat membantu mengurangi dahak maupun lendir yang memicu batu.
Caranya, aduk setengah sendok teh garam ke dalam secangkir air hangat sampai larut, diamkan hingga dinggin, lalu gunakan untuk berkumur dan diamkan beberapa saat sebelum dimuntahkan.
Demikian informasi mengenai rekomendasi obat batuk alami untuk kamu yang sedang terkena batuk kering maupun batuk berdahak. Semoga bermanfaat.
Kontributor: Ulil Azmi
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Apa itu Whip Pink? Tabung Whipped Cream yang Disebut 'Laughing Gas' Jika Disalahgunakan
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?