Suara.com - Kanker perut menjadi salah satu penyakit serius yang sering kali membuat penderitanya tidak menyadari, karena gejalanya yang sulit dikenali.
Salah satu faktor risiko utama kanker perut adalah usia. Pria usia 50 tahun ke atas adalah kelompok paling berisiko menderita kanker perut.
Orang yang juga memiliki orangtua atau saudara sekandung menderita kanker juga lebih berisiko mengalami kanker perut.
Meskipun gejala kanker perut sulit dikenali, salah satu tanda utamanya adalah muntah setelah makan. Selain merasa mual setelah makan, masih banyak kemungkinan gejala kanker perut lainnya, termasuk:
1. Mulas atau refluks asam
Gejala kanker perut yang paling umum kedua ketika asam lambung naik ke tenggorokan dan menciptakan sensasi terbakar.
2. Sulit menelan makanan atau disfagia
Kesulitan menelan makanan merupakan gejala utama lain dari kanker perut yang membuatnya merasa sulit menelan makanan karena menempel di langit-langit mulut ketika mencoba menelannya.
Baca Juga: Pakar Merekomendasikan Jenis Masker Ini agar Terlindung dari Virus Corona Omicron
Kondisi ini menyebabkan Anda merasa kembung dan sering bersendawa. Meskipun terkadang tidak berbahaya, Anda perlu menghubungi dokter bila hal ini disertai gejala lainnya.
4. Mudah kenyang ketika makan
Mudah kenyang merupakan gejala utama dari kanker perut, di mana Anda merasa sangat mudah kenyang ketika makan, meskipun hanya sedikit.
Selain gejala utama ini dilansir dari Mirror UK, ada juga beberapa gejala sekunder yang bisa menandakan kanker perut, antara lain:
- Kehilangan selera makan
- Penurunan berat badan yang tak disengaja
- Benjolan di bagian atas perut
- Sakit di bagian atas perut
- Merasa lesu
Jika Anda memiliki kondisi lain seperti penyakit refluks gastro-esofagus, semua gejala itu mungkin juga umum dialami oleh Anda.
Tapi, Anda perlu memperhatikan gejalanya lebih buruk atau berubah, terutama pada orang dengan riwayat penyakit mendasar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- Promo Superindo Terbaru, Minyak Goreng Cuma Rp20 Ribuan, Susu dan Kecap Diskon Besar
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!
-
Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini