Suara.com - Mengurangi asupan kalori terbukti mengurangi berat badan. Namun ada satu program diet disebut If It Fits Your Macros (IIFYM) yang menghitung makronutrien, atau marko, harian seperti lemak, karbohidrat, dan protein dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi.
Banyak orang menyukai program diet tersebut karena menawarkan fleksibilitas dan memungkinkan mereka mengonsumsi makanan apa pun asalkan sesuai kebutuhan makro harian mereka.
Apakah diet dengan menghitung makro ini efektif menurunkan berat badan?
Saat ini tidak ada studi ilmiah yang secara khusus meneliti apakah menghitung makro sama efektifnya dengan metode lain dalam mencapai berat badan yang diinginkan.
Namun, sebelumnya sudah ada penelitian yang melihat efek pengurangan atau manipulasi makro untuk menurunkan berat badan. Misalnya, membandingkan asupan rendah lemak dengan diet rendah karbohidrat.
Pada akhirnya, para peneliti tidak menemukan perbedaan signifikan pada penurunan berat badan dalam jangka panjang.
Jadi, sulit untuk mengetahui apakah menghitung kalori lebih efektif daripada diet makro, atau sebaliknya, dalam mencapai berat badan yang diinginkan setiap orang.
Menurut laporan dari The Conversation, prinsip dasar untuk berhasil menurunkan berat badan adalah makan lebih sedikit energi daripada yang dibutuhkan tubuh setiap hari.
Diet apa pun dapat menyebabkan penurunan berat badan selama prinsip dasar tersebut diterapkan.
Baca Juga: Anda Perlu Berjalan Selama 12 Jam untuk Membakar Kalori dari Makan Malam Natal
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak