Suara.com - Menghabiskan waktu sendirian tidak harus berarti Anda kesepian. Waktu menyendiri dapat menjadi kesempatan untuk mengenal diri sendiri lebih baik, meningkatkan kesehatan mental, dan melakukan hal-hal yang Anda sukai.
"Manusia adalah makhluk sosial, terprogram untuk terhubung dengan orang lain. Pada saat yang sama, penting untuk belajar bagaimana menoleransi dan bahkan menghargai waktu sendirian dalam waktu yang lama," kata psikolog Heather Z. Lyons.
Lyons pun memberikan tips agar bahagia walau sendirian, dilansir dari Insider:
1. Kembangkan hubungan dengan diri sendiri
Sendirian memberi kesempatan untuk memelihara hubungan Anda dengan diri sendiri. Namun, tidak selalu mudah untuk melakukan ini.
Misalnya, Anda dapat melakukan ini dengan memikirkan atau membuat jurnal tentang nilai, suka, tidak suka, dan emosi saat itu.
2. Menjadi sukarelawan
Dalam sebuah studi besar tahun 2020 yang dilakukan di Inggris menunjukkan orang yang terbiasa menjadi sukarelawan setidaknya satu bulan sekali, memiliki kesehatan mental yang lebih baik daripada yang jarang menjadi sukarelawan.
3. Pelajari sesuatu yang baru
Baca Juga: Anggap Boneka Sebagai Anak, Ivan Gunawan Tegaskan Masih Waras Meski Kesepian
Ambil inisiatif untuk menyerap dan mempelajari informasi baru atau melatih keterampilan saat sendirian.
"Ini mungkin termasuk terlibat dalam kegiatan yang membutuhkan keterampilan fungsi eksekutif seperti fokus seperti membaca atau membuat karya baru," imbuh Lyons.
4. Beraktivitas
Aktivitas fisik sangat membantu untuk merasa bahagia.
"Berjalan dengan penuh perhatian, atau terlibat dalam beberapa bentuk aktivitas fisik dapat mengurangi kecemasan," jelas psikiater Leela R. Magavi.
5. Habiskan waktu di alam
Sebuah studi besar tahun 2019 menemukan orang yang menghabiskan setidaknya dua jam di alam selama seminggu jauh lebih mungkin merasakan kesejahteraan dan kesehatan yang lebih besar daripada mereka yang tidak menghabiskan waktu di luar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi