Suara.com - Membuat resolusi adalah salah satu tradisi paling populer yang dilakukan seseorang memasuki tahun baru. Salah satunya adalah resolusi sehat.
Namun, para ahli berulang kali menunjukkan bahwa alasan utama mengapa orang gagal mencapai resolusi tahun baru mereka adalah karena tujuan mereka terlalu berat.
Nah, jika kamu juga sedang membuat resolusi tahun baru, buatlah secara bertahap sejak bulan pertama. Berikut adalah 10 resolusi sehat yang bisa kamu ikuti, seperti dilansir Boldsky.
1. Tidur Nyenyak
Tidur berperan penting dalam kesehatan, dan kurang tidur dapat mengakibatkan konsekuensi kesehatan yang serius. Kurang tidur dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan, penyakit jantung, dan depresi. Penting untuk mengevaluasi jadwal dan gaya hidupmu untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas tidur untuk menentukan metode yang paling efektif
2. Buat Lebih Banyak Makanan Rumahan
Penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang memasak lebih banyak makanan di rumah memiliki kualitas diet yang lebih baik dan lebih sedikit lemak tubuh daripada mereka yang makan lebih banyak saat bepergian. Buatlah satu kali sehari pada awalnya, kemudian secara bertahap tingkatkan frekuensinya sampai sebagian besar makanan dan camilanmu disiapkan di rumah.
3. Berbelanja Secara Teratur untuk Bahan Makanan
Kamu memerlukan dapur dan lemari es yang lengkap untuk menyiapkan makanan rumahan yang sehat. Membuat resolusi tahun baru untuk berbelanja bahan makanan lebih sering mungkin merupakan ide yang bagus jika kamu tidak terbiasa membeli bahan makanan.
4. Konsumsi Lebih Banyak Produk Segar
Dengan memasukkan lebih banyak sayuran dan buah-buahan yang segar ke dalam dietmu di tahun baru, kanu dapat meningkatkan kesehatan secara signifikan. Telah dibuktikan dalam banyak penelitian bahwa makan makanan yang kaya buah-buahan dan sayuran dapat mencegah berbagai penyakit, seperti diabetes, penyakit jantung, kanker tertentu, dan obesitas, serta kematian secara keseluruhan.
5. Mengkonsumsi Lebih Banyak Makanan Utuh
Mengkonsumsi lebih banyak makanan utuh adalah salah satu cara paling sederhana dan paling berkelanjutan untuk meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Proses menambahkan lebih banyak makanan utuh ke dalam diet dapat dicapai secara bertahap dan konsisten. Misalnya, cobalah menambahkan satu porsi sayuran favoritmu ke dalam diet setiap hari jika kamu tidak terbiasa makan sayuran.
6. Batasi Makanan Cepat Saji atau Restoran
Untuk makanan cepat saji atau camilan, banyak orang beralih ke makanan ringan, seperti keripik kemasan, kue kering, makan malam beku, dan makanan cepat saji. Namun, meskipun makanan ini mungkin enak dan mudah didapat, makanan ini dapat merusak kesehatan jika dikonsumsi terlalu sering. Oleh karena itu, kamu mungkin ingin membuat resolusi untuk menyiapkan lebih banyak makanan di rumah dengan menggunakan bahan-bahan yang sehat untuk mengurangi konsumsi makanan yang praktis.
Baca Juga: Selamat Tahun Baru 2022: Dipenuhi Doa dan Harapan Baik
7. Menghabiskan Lebih Banyak Waktu di Luar Ruangan
Dengan meningkatkan waktu yang dihabiskan di luar, kamu dapat meningkatkan kesehatan dengan mengurangi stres, meningkatkan suasana hatimu, dan bahkan menurunkan tekanan darah. Resolusi tahun baru untuk menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan setiap hari dapat bermanfaat bagi kebanyakan orang, di mana pun kamu tinggal.
8. Kurangi Konsumsi Minuman Manis
Mengingat fakta bahwa minuman manis berhubungan dengan obesitas, hati berlemak, penyakit jantung, resistensi insulin, dan gigi berlubang di antara anak-anak dan orang dewasa, mengurangi konsumsi minuman manis adalah keputusan yang bijaksana.
9. Kurangi Waktu Layar
Penelitian telah menunjukkan bahwa menghabiskan terlalu banyak waktu di perangkat elektronik, terutama media sosial, dapat menyebabkan depresi, kecemasan, dan kesepian. Jika kamu memutuskan untuk menghabiskan lebih sedikit waktu menelusuri media sosial, menonton televisi, atau bermain game komputer, kamu mungkin menemukan bahwa suasana hati dan produktivitasmu akan meningkat.
10. Jadikan Aktivitas Fisik Sebagai Bagian dari Hidupmu
Mulailah dengan memilih aktivitas yang kamu sukai dan yang sesuai dengan jadwalmu. Resolusi olahraga yang sederhana dan berkelanjutan mudah diterapkan, seperti berjalan kaki setengah jam, joging, atau bersepeda sebelum bekerja atau berenang di gym dalam perjalanan pulang. Selanjutnya, tetapkan tujuan yang dapat dicapai, seperti berjalan beberapa hari tertentu per minggu daripada mencoba berjalan setiap hari.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun