Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan varian baru virus corona yang ditemukan di Prancis, yakni varian IHU tidak menjadi ancaman besar sejak pertama kali diidentifikasi pada November 2021 lalu.
Menurut Abdi Mahamud, manajer insiden WHO, mengatakan varian baru virus corona itu telah ada dalam pantauan timnya. Mereka mengetahui bahwa varian IHU memiliki banyak peluang untuk menyebar.
Varian IHU ini ditemukan pada 12 orang di Pegunungan Alpen selatan sekitar waktu yang sama ketika varian Omicron ditemukan di Afrika Selatan 2021 lalu.
Mutasi terakhir telah menyebar ke seluruh dunia dan memicu tingkat penularan yang cukup tinggi, tidak seperti varian baru virus corona di Prancis yang dijuluki varian IHU.
Pasien pertama yang diidentifikasi dengan varian IHU tersebut telah divaksinasi dan baru saja kembali dari Kamerun.
"Terlalu dini untuk berspekulasi tentang fitur virologi, epidemiologi, atau klinis mengenai varian IHU ini berdasarkan 12 kasus tersebut," kata studi dikutip dari Time.
Saat ini, WHO sendiri masih memantau beberapa varian virus corona Covid-19. Bila mereka menemukan satu varian virus corona yang bisa menimbulkan risiko signifikan, mereka akan menyebutnya sebagai varian perhatian.
Varian IHU yang sedang menjadi sorotan di Prancis ini juga masih dalam pantauan dan penyelidikan WHO.
Baca Juga: Prancis Temukan Varian Baru Virus Corona, Berbahayakah?
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!