Suara.com - Fenomena aneh dialami lelaki berusia 30-an yang mengaku mengalami efek samping Covid-19 tak biasa, yaitu ukuran penis yang menyusut.
Sebelum terinfeksi Covid-19, lelaki itu mengaku memiliki ukuran penis di atas rata-rata. Namun setelah terinfeksi virus SARS CoV 2 pada Juli 2021 lalu, ia mulai menyadari penisnya menyusut hingga satu setengah inci.
"Saya seperti dibiarkan dengan masalah pribadi ini. Penis saya menyusut," ujar lelaki yang tidak mengungkap status vaksinasi Covid-19-nya, mengutip Insider, Rabu (12/1/2022).
Lelaki tersebut juga mengungkap pendapat dokter perihal kondisinya, dikatakan bahwa ia diduga mengalami kerusakan pada pembuluh darah yang bersifat permanen.
Di sisi lain, beberapa ahli urologi menemukan orang yang terinfeksi Covid-19 mengalami masalah saat ereksi.
Bahkan pada November 2021 lalu, sekelompok ahli urologi dalam peringatan Bulan Impotensi Nasional, memperingatkan orang untuk segera mendapatkan vaksinasi Covid-19, demi mencegah disfungsi ereksi saat terinfeksi Covid-19.
Ada juga beberapa bukti yang menunjukan dampak Covid-19 pada penis, termasuk penelitian kecil yang diterbitkan pada Agustus 2021.
Penelitian itu menemukan beberapa orang menderita disfungsi ereksi setelah terinfeksi Covid-19, dan didapati adanya partikel virus di penis pasien.
Dalam penelitiannya, peneliti menyebutkan infeksi Covid-19 berpotensi mengurangi aliran darah ke penis.
Baca Juga: Muncul Wacana Endemi dengan Tersebarnya Omicron, WHO: Tidak di 2022
Beberapa disebutkan juga, bahwa infeksi Covid-19 dikaitkan dengan gangguan sirkulasi darah yang buruk, seperti pembekuan darah yang terlihat pada jari kaki pasien Covid-19, stroke dan gagal jantung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!