Suara.com - Pada Kamis (13/1/2022) malam polisi berhasil menangkap komika Fico Fachriza akibat penggunaan narkoba, yakni tekmbakau gorila.
Tembakau Gorila atau Tembakau Super merupakan salah satu jenis ganja sintetis, yakni 5-fluoro ADB. Zat ini tercantum dalam daftar narkotika Golongan 1 nomor 95.
5-fluoro ADB atau 5F-MDMB Pinaca adalah Cannabinoid sintetik yang digunakan sebagai bahan aktif pembuatan ganja sintetik.
Zat tersebut dinilai berbahaya setelah mengakibatkan 10 kematian di Jepang. Korban mengalami asfiksia akibat mengisap rokok yang dicampur bahan herbal yang mengandung zat Cannabinoid sintetik.
Asfiksia merupakan kondisi ketika tubuh kekurangan kadar oksigen dan mengalami peningkatan akumulasi karbondioksida. Ini dapat menyebabkan kesadaran menurun. Dalam kasus parah, dapat berakibat fatal.
Penggunaan Tembakau Gorila biasanya dicampur dengan tembakau biasa, kemudian dilinting dan diisap.
Berdasarkan laman Badan Narkotika Nasional (BNN) Sukabumi, efek yang ditimbulkan Tembakau Gorila adalah halusinasi, rasa senang berlebihan, dan ketergantungan.
Namun, tidak semua orang bisa menahan efeknya. Beberapa bisa mengalami muntah-muntah hingga black out atau pingsan.
Tidak hanya itu, ada beberapa pengguna yang mengatakan efeknya seperti tertimpa gorila.
Baca Juga: Kasus Fico Fachriza: Pengguna Lain Mengaku Tembakau Gorila Sangat Tidak Menyenangkan
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia