Suara.com - Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM merilis 6 kombinasi pemberian jenis vaksin booster. Terbaru, BPOM menambah 2 kombinasi lagi vaksin booster, sehingga total ada 8 skema jenis vaksin Covid-19 booster yang berlaku di Indonesia.
“Badan POM kembali mengeluarkan persetujuan penggunaan untuk 2 regimen booster heterolog pada vaksin Covid-19, yaitu vaksin Pfizer setengah dosis untuk vaksin primer Sinovac atau AstraZeneca. Serta vaksin AstraZeneca setengah dosis untuk vaksin primer Sinovac. Atau dosis AstraZeneca penuh dosis untuk vaksin primer Pfizer," ujar Kepala BPOM, Penny K. Lukito melalui siaran pers, Senin (17/1/2022).
Sehingga dengan penambahan 2 skema ini, total ada 8 skema pemberian vaksin booster yang disetujui BPOM, yaitu sebagai berikut:
- Untuk vaksin primer (awal) Sinovac 1 dan 2, diberikan dosis penuh (satu dosis) vaksin Sinovac.
- Untuk vaksin primer (awal) Pfizer 1 dan 2, diberikan dosis penuh (satu dosis) vaksin Pfizer.
- Untuk vaksin primer (awal) AstraZeneca 1 dan 2, diberikan dosis penuh (satu dosis) vaksin AstraZeneca.
- Untuk vaksin primer (awal) Moderna 1 dan 2, diberikan dosis penuh (satu dosis) vaksin Moderna.
- Untuk vaksin primer (awal) AstraZeneca, Pfizer atau Janssen 1 dan 2, diberikan vaksin booster 1/2 dosis Moderna.
- Untuk vaksin primer (awal) Sinovac dan Sinopharm 1 dan 2, diberikan dosis penuh (satu dosis) vaksin Zifivax.
- Untuk vaksin primer (awal) Sinovac atau AstraZeneca 1 dan 2, diberikan vaksin booster 1/2 dosis Pfizer.
- Untuk vaksin primer (awal) Sinovac 1 dan 2 diberikan vaksin booster 1/2 dosis AstraZeneca. Atau untuk vaksin primer (awal) Pfizer 1 dan 2, diberikan vaksin booster dosis penuh (satu dosis) AstraZeneca.
Persetujuan ini diberikan karena vaksin Pfizer yang digunakan sebagai booster vaksin awal (primer) Sinovac atau AstraZeneca menunjukan hasil imunogenisitas berupa peningkatan antibodi yang tinggi pada 6 hingga 9 bulan atau 31 hingga 38 kali lipat setelah pemberian dosis primer lengkap.
Di sisi lain, peningkatan antibodi setelah 6 bulan vaksinasi primer lengkap vaksin Sinovac, menghasilkan peningkatan antibodi IgG terhadap S-RBD yang tinggi atau 105,7 kali dibandingkan sebelum diberikan vaksin booster.
“Secara umum pemberian dosis booster vaksin Pfizer dengan vaksin primer Sinovac dapat ditoleransi baik reaksi lokal maupun sistemik," ungkap Penny.
Sedangkan untuk vaksin Pfizer yang digunakan sebagai booster, yang sebelumnya divaksinasi awal AstraZeneca lengkap 2 dosis, hasil imunogenisitas menunjukkan pada pemberian vaksin booster Pfizer setengah dosis setelah 6 bulan vaksinasi lengkap, menghasilkan peningkatan antibodi IgG terhadap S-RBD yang tinggi atau 21,8 kali lipat dibandingkan sebelum diberikan vaksin booster.
Terakhir, yaitu setengah dosis AstraZeneca sebagai vaksin booster heterolog untuk vaksin awal Sinovac, menunjukan hasil peningkatan antibodi IgG terhadap S-RBD yang tinggi atau 35 hingga 38 kali lipat, baik pada interval booster 3 hingga bulan atau 34 hingga 35 kali lipat, maupun 6 hingga 9 bulan atau 35 hingga 41 kali lipat.
Baca Juga: Vaksinasi Booster di Bantul Mulai Bergulir, Layani 1.000 Orang per Hari
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- 7 Aturan Feng Shui Kamar Tidur yang Baik untuk Rezeki
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?