Suara.com - Seorang ahli memperkirakan ahwa Pandemi Covid-19 di Inggris mungkin akan segera berakhir, Meski demikian penasihat ilmiah pemerintah memperingatkan bahwa klaim virus itu menjadi endemik terlalu dini.
Dr David Nabarro, utusan khusus Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Covid-19, mengatakan sekarang ada "cahaya di ujung terowongan" bagi Inggris dalam mengatasi penyakit itu.
Komentar itu ia lontarkan ketika penerimaan pasien di rumah sakit nasional turun untuk hari keenam berturut-turut pada hari Senin, dari 2.180 menjadi 1.604.
Namun, penerimaan pasien terus meningkat di timur laut, barat laut dan barat daya, dan NHS mengatakan mereka memperkirakan tren itu akan berlanjut selama satu hingga dua minggu ke depan.
Data terbaru menunjukkan penurunan 38 persen selama tujuh hari terakhir di seluruh Inggris dalam jumlah yang dites positif untuk Covid-19, dengan 70.924 kasus baru dilaporkan pada hari Minggu.
Angka-angka itu muncul ketika para menteri diperkirakan akan mencabut pembatasan Covid minggu depan setelah peninjauan. Nadhim Zahawi, sekretaris pendidikan, mengatakan ada pertanda positif langkah-langkah rencana B dapat dicabut.
“Jika Anda melihat tingkat infeksi, mereka tetap tinggi, rawat inap masih tinggi, menyentuh 20.000 orang di rumah sakit, tetapi rasanya seperti stagnan,” katanya kepada BBC Breakfast.
Profesor Mike Tildesley, dari Universitas Warwick dan anggota kelompok Pemodelan Influenza Pandemi Ilmiah (Spi-M), mengatakan angka kasus terbaru adalah kabar baik yang mesti disikapi dengan hati-hati. Dia berharap bahwa Covid-19 akan seperti flu di tahun depan.
Namun, beberapa anggota Kelompok Penasihat Ilmiah untuk Keadaan Darurat pemerintah memperingatkan pada hari Minggu bahwa Covid-19 belum pada tahap endemik Inggris, dan bahkan jika tahap itu tercapai, itu tidak berarti dampak virus akan kurang parah di masa depan.
Baca Juga: PM Inggris Wacanakan Pasien COVID-19 Tak Perlu Isolasi Mandiri, Berbahaya atau Tidak?
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang