Suara.com - Tahukah Anda bahwa olahraga weight training jadi salah satu olahraga yang paling bermanfaat bagi tubuh? Tak seperti zumba atau jogging yang dilakukan secara rutin untuk sekedar menjaga kebugaran, olahraga yang disebutkan ini dapat melatih kekuatan fisik secara menyeluruh.
Beberapa data menyatakan bahwa seorang akan mulai kehilangan massa otot secara berkala mulai dari usia 30-an. Ini disebabkan karena kurangnya latihan dan aktivitas fisik yang menurun, sehingga tak sedikit orang yang merasa badannya menjadi makin lemas saat usia tua.
Apa Itu Weight Training
Weight training adalah salah satu olahraga yang dapat menjaga kebugaran tubuh, menggunakan beban yang diangkat secara berkali-kali. Olahraga ini dilakukan untuk membangun kekuatan fisik, sehingga otot yang dimiliki tubuh bisa tetap dipelihara dan berfungsi secara optimal.
Keberadaan otot ini merupakan hal yang temporer, dan bisa berubah sesuai dengan gaya hidup Anda. Semakin rutin otot dilatih, maka semakin baik pula volume dan kondisinya. Selain membuat tubuh menjadi kuat olahraga ini juga dapat menjaga kesehatan secara umum, dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Angkat Beban Tak Harus yang Paling Berat
Jika Anda berpikir bahwa dalam melakukan olahraga ini Anda harus mengangkat beban yang berat, justru Anda salah. Weight training dilakukan secara bertahap, mulai dari beban yang tak terlalu berat terlebih dahulu.
Buat menu latihan yang tidak terlalu berat sebagai pembiasaan awal, misalnya angkat beban untuk beberapa bagian tubuh antara 8 hingga 12 kali repetisi. Lakukan seminggu dua kali, dan setidaknya hingga 4 minggu sebelum menambah porsi latihannya.
Jika tak memiliki personal trainer, perkiraan berat ideal adalah berat yang bisa diangkat dalam jumlah 8 hingga 12 kali repetisi. Jangan mulai dengan beban yang terlalu berat karena justru akan merusak otot dan menggagalkan program latihan yang Anda miliki.
Baca Juga: 5 Hobi yang sangat Mengasyikkan!
Jaga keseimbangan, dan atur pernapasan dengan baik. Ingat untuk beristirahat dan makan makanan bernutrisi untuk membantu meregenerasi sel yang rusak akibat latihan. Tak perlu cemas, sel rusak ini wajar, karena dengan dirusak maka sel bisa dibangun lebih kuat.
Sedikit informasi mengenai weight training di atas semoga bisa membantu kamu untuk mencoba variasi olahraga lain. Tetap terapkan pola hidup sehat, dan selamat beraktivitas kembali.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut
-
15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa